Link to :
Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts
20120220
20120215
Limit the Time for GALAU!!!
Beberapa hari disini malah sering denger cerita temen-temen galau, ngerasa galau, terus melihat hal-hal yang ngegalauin. Kenapa si makhluk 'galau' yang ini sering banget hinggap di perasaan kita? Sajen-nya kurang kali yaaa :PApalagi waktu valentine day kemaren, di MUIC sampai ada pertunjukan ala valday lhooooo... Pokoknya Thailand ngeri abis berubah jadi warna pink di hari selasa (14/02/2012) haha^^ Mobil dihiasi balon pink, pada bawa boneka panda pink ke kampus, mawar-mawar bertebaran, stiker berbentuk 'love' jadi hiasan di seragam. Sehabis mata kuliah berakhir bahkan dosen mengucapkan, "Happy valentine day..."
Bikin galau kan apalagi buat yang nggak punya someone special (Lirik... Lirik...) Dan akhirnya aku, sarah, dan esti mencoba menikmati secuil kebahagiaan di valday dengan ikut mencicipi makanan gratis di aula MUIC ^^ Yaaa Alhamdulillah islam tidak mengenal istilah valday jadi bisa mereduksi kegalauan di selasa sore kala itu :P (Lebay!!!)
| Nih salah satu contohnya, mahasiswa MUIC bawa boneka dan bunga di keranjang :D |
Back to Galau!!! Yeah... kelas Industrial Organization hari ini (15/02/2012) pun bikin galau sodara-sodara. Alesannya apa? Nih Ajarn (Dosen) aku itu Asst. Prof. .... tapi masih muda banget, cool, ... kalo kata sarah sih cakep (anguk-anguk setuju). Tapi tapi tapi bukan itu yang bikin galau, saat beliau lagi absen satu-satu mahasiswa lalu disuruh bilang dari seragamnya apa yang kurang lengap. Jreng... Jreng... Jreng... Tiba juga giliranku...
He : Alia... (He spell my name Alea), How I spell your name?
Me : Alia, sir...
He : Hmmm Okay.
Me : Sorry sir I don't bring the ID Card. International Office will be give it to me on 20th Feb.
He : Are you an exchange student?
Me : Yes Sir.
He : Where do you come from?
Me : Indonesia... University of Indonesia.
He : Oh you're MIT student. Why you take this courses? It will be a bad experience for you (sambil ketawa)
Me : Hehe (Nyengir)
He : Yeahhh... But don't worry. Don't you want take another course?
Me : No Sir, because I only can transfer 2 courses.
He : What is the courses?
Me : Strategic management and industrial organization...
He : Oooo (sambil ketawa lagi)... Okay no problem. This course is so difficult...
Dalam hati : Pak... kenapa nggak support saya malah bikin jiper --__-- Ini malah bikin GALAU Maksimal!!!
Tapi yaaa dosen2 disini stylish banget. Neranginnya enak dan simpel kasih contoh, tapi sayangnya masih berorientasi ke dosen beda sama Indonesia.
Hoaaaaaaa!!! Bahkan waktu dosennya tanya tentang materi di IO, dan kayak biasa aku nyeletuk jawab kata dia... "Give the chance for Thai people to answer because they don't like to speak up..." (Lagi dan lagi sambil senyum senyum)
Ohhhhhh... wakakakkakakkakakakkkkkk.... Setelah kelas berakhir akhirnya aku tanya ke Lee, dia ini anak Thailand yang juga ikut MIT di Binus Indonesia semester lalu. Memang benar ternyata, di Thailand itu cara belajarnya beda dengan di Indonesia jadi kalau ditanya baru ngomong dan biasanya anak-anak exchange nggak ditanya sama dosen, perhatiannya lebih ke anak-anak Thai. Okay, I understand now :D
Pulang dari kuliah cari makan. Akhirnya mampir ke kantin di MUIC Music College, ada satu corner moslem. Pesenlah curry dan Subhanallah... rasanya benar-benar tidak pas di lidah. Akhirnya cuma makan ayamnya dan pulang ke apartment dengan perut tidak terisi penuh Ngomong-ngomong dari pagi nggak makan juga ya? :( Ini namanya galau perut :P
Okay lets enjoy the days and limit the time for Galau :) I think its the time to study hard... Hosh Hosh Hosh... Bismillah... Doakan ya... :D
20120210
Rose Garden Riverside #ThailandPart1
Rose Garden Riverside, 10/02/2012
Banyak hal yang bisa dipelajari di negeri orang, that’s right. Belajar tentang menghargai waktu, belajar tentang berkomunikasi dengan berbagai ekspresi, belajar menggunakan bahasa inggris dan saat tidak paham mencoba menanyakan kembali apa maksudnya, dan yang paling penting adalah belajar untuk menjadi seorang ekstrovert yang harus bisa beradaptasi dengan segala kondisi. Oiya sebelumnya, cerita ini ditulis karena banyaknya permintaan dari teman-temanku tercinta di Indonesia untuk berbagi cerita tentang Thailand, si Negeri Gajah. Pagi yang benar-benar sangat cerah. Hari ini kita mengunjungi salah satu tempat yang menjadi objek wisata turis di Thailand, yaitu Rose Garden Riverside.
Ekspektasi awal sih bakal lihat banyak banget bunga mawar. Ternyata enggak hehe ^^ Tempat ini adalah Thai Village jadi ya seperti menyimpan secuil sejarah tentang Thailand, tapi bukan tempat yang terlalu serius seperti museum menurut Mei Lan sebagai salah satu pemandu hari ini. Sekitar pukul 11.20 rombongan MUIC sudah berada di tempat dan Alhamdulillah ada sekitar 3 jam untuk berkeliling sebelum menyaksikan elephant show and culture show.
Aku, esti, sarah, dan natasya bersama beberapa orang korea dan thailand berkeliling bersama. Sangat susah mengenal nama mereka, tapi sekali lagi I’ll try to do it because I’ll stay with them for 4 months. Its quite long time. Mei Lan, Sang-Sang, Gee Hee, SunHee, DaYee, Kung Yee, Inje Lee, dan seorang lagi lupa namanya ^^ I’m so sorry guys, I’ll ask about your name again when we meet. Sepanjang perjalanan aku ngobrol sama Gee Hee untuk mengkomparasikan Indonesia dan Korea terutama dalam hal pendidikan dan pemerintahan. S.E.R.U.!!!
Mengelilingi sepanjang Rose Garden Riverside, beberapa kali mengambil foto bersama, menyempatkan mampir ke salah satu restoran yang menjual makanan-makanan kecil. Dan aku membeli satu homemade cofee ice cream seharga 35 baht dan sebuah kue ditaburi kelapa, kalau di Indonesia rasanya mirip dengan kue lumpur seharga 5 baht. Demi apapun enak banget lho... murah lagi, bayangkan 35 baht (Rp 10.500) untuk es krim di restoran dan tempat para turis melancong.
Setelah itu kami diajak makan siang di sebuah restoran di sisi depannya terhampar danau yang sangat indah. Hmmm kalau malam aku yakin ini bakal jadi tempat yang sangat romantis. Who wants to go there with me someday? :P (Just Kidding). Satu orang harus membayar 500 bath, tapi Alhamdulillah gratis untuk kami karena dibayarin sama MUIC. Yeyeyeyyeyeyeyyeeeeee!!! Dan syukur sekali mereka menyediakan ‘Halal Food’. Makanannya sangat enak dan dessert-nya sangat memuaskan. Sekali lagi, untuk harga 500 bath bisa dibilang worthed. You can take anything there.
Dan akhirnya selesai :D Waktunya pulang... Oiya dua kali aku jadi kagetkan dengan seseorang yang membawa ular kuning, sebenarnya sih niatnya untuk foto bareng pengujung. “Snake... Snake...” HiiiiiiiYaaa karena terkejut, aku pun berteriak. Malu banget rasanya dilihatin sama orang-orang bahkan ada bule yang ketawa sambil senyum-senyum ---__--- Hiks hiks...
Today will be a great day I think, because the MUIC held a program for 63 exchange and visiting students from around the world to have a nice field trip to Rose Garden Riverside. Well, we start the journey at 08.30am from Baan Suan Apartment then go to MUIC for take a bus together with students who life in Green Park Village and Chaiyapruk Village. Because my english not good enough now, I will continue this story with bahasa (:p) I’ll try the best to writing in english and I promise that I’ll writing in english about my last note in Salaya, Thailand.
Banyak hal yang bisa dipelajari di negeri orang, that’s right. Belajar tentang menghargai waktu, belajar tentang berkomunikasi dengan berbagai ekspresi, belajar menggunakan bahasa inggris dan saat tidak paham mencoba menanyakan kembali apa maksudnya, dan yang paling penting adalah belajar untuk menjadi seorang ekstrovert yang harus bisa beradaptasi dengan segala kondisi. Oiya sebelumnya, cerita ini ditulis karena banyaknya permintaan dari teman-temanku tercinta di Indonesia untuk berbagi cerita tentang Thailand, si Negeri Gajah. Pagi yang benar-benar sangat cerah. Hari ini kita mengunjungi salah satu tempat yang menjadi objek wisata turis di Thailand, yaitu Rose Garden Riverside.
| Rose Garden Riverside, Bangkok, Thailand. |
Ekspektasi awal sih bakal lihat banyak banget bunga mawar. Ternyata enggak hehe ^^ Tempat ini adalah Thai Village jadi ya seperti menyimpan secuil sejarah tentang Thailand, tapi bukan tempat yang terlalu serius seperti museum menurut Mei Lan sebagai salah satu pemandu hari ini. Sekitar pukul 11.20 rombongan MUIC sudah berada di tempat dan Alhamdulillah ada sekitar 3 jam untuk berkeliling sebelum menyaksikan elephant show and culture show.
| My Korean and Indonesian Friends and Me |
| Me and Gee Hee |
Mengelilingi sepanjang Rose Garden Riverside, beberapa kali mengambil foto bersama, menyempatkan mampir ke salah satu restoran yang menjual makanan-makanan kecil. Dan aku membeli satu homemade cofee ice cream seharga 35 baht dan sebuah kue ditaburi kelapa, kalau di Indonesia rasanya mirip dengan kue lumpur seharga 5 baht. Demi apapun enak banget lho... murah lagi, bayangkan 35 baht (Rp 10.500) untuk es krim di restoran dan tempat para turis melancong.
Setelah itu kami diajak makan siang di sebuah restoran di sisi depannya terhampar danau yang sangat indah. Hmmm kalau malam aku yakin ini bakal jadi tempat yang sangat romantis. Who wants to go there with me someday? :P (Just Kidding). Satu orang harus membayar 500 bath, tapi Alhamdulillah gratis untuk kami karena dibayarin sama MUIC. Yeyeyeyyeyeyeyyeeeeee!!! Dan syukur sekali mereka menyediakan ‘Halal Food’. Makanannya sangat enak dan dessert-nya sangat memuaskan. Sekali lagi, untuk harga 500 bath bisa dibilang worthed. You can take anything there.
Selesai makan dan benar-benar kenyang, kami (aku, esti, dan sarah) mencari tempat solat yang letaknya dekat dengan tempat atraksi gajah. Mushola-nya sangat bagus dan cukup unik karena tidak tertutup, juga terbuat dari kayu. Mirip rumah joglo gitu.
| The Mosque in Rose Garden Riverside |
| Sarah and Esti Pray Dhuhur |
Hmmm ke Thailand tanpa naik gajah itu rasanya bakal kurang ya? Okay, let’s have fun with elephant. Aku dan natasha naik gajah yang sama, sedangkan sarah udah mirip sama raja minyak dari medan tuh sendirian di satu gajah :p Nama gajah-ku adalah Nung Yao, sedangkan juru gajah bernama Puma. Si juru gajah mengira aku dari Malaysia hahahhahaaaa J “No sir, I came from Indonesia.” Oh ya, satu orang membayar 100 bath untuk menikmati wisata gajah ini.
![]() |
| Natasia, Me, Puma, and Nung Yao :D |
Sangat banyak toko-toko yang menjual souvenir. Aku membeli sebuah tas mini seharga 350 bath, tapi lebih baik kalau kalian mau beli ditawar lagi deh hehe ^^ Ini termasuk mahal. Lalu membeli memory card 2Gb seharga 600 bath. Lain kali jangan beli memory card di tempat kayak gini ^^ pasti jauh lebih mahal hahahhahahhaaaaa #LudesDehDuit
Elephant show and Culture Show akan dimulai. Untuk masuk ke dalam membayar 500 bath, tapi lagi-lagi Alhamdulillah gratis dari MUIC. “Thank you so much.” Cuacanya sangat panas pake banget pula, aku menyempatkan membeli coffee ice seharga 40 bath berhadiah gerabah mini.
Lalu kembali ke tempat dan menikmati atraksi gajah. Setelah atraksi gajah, lalu dilanjutkan dengan culture show yang menyuguhkan berbagai kesenian khas Thailand. Kesenian yang paling menyedot perhatian adalah Thai Boxing. Seruuuuu euy!!! Oiya segera aku upload video-nya biar kalian bisa lihat juga :) Sempetin foto dulu yuk sama tiga orang penari di culture show, nah kalau foto bareng kalian harus kasih sesuatu, umumnya 20 bath tapi kalau mau lebih juga boleh hehehe ^^
| This is The Mini Shop to Buy Ice Coffee and Another Foods & Beverages |
Lalu kembali ke tempat dan menikmati atraksi gajah. Setelah atraksi gajah, lalu dilanjutkan dengan culture show yang menyuguhkan berbagai kesenian khas Thailand. Kesenian yang paling menyedot perhatian adalah Thai Boxing. Seruuuuu euy!!! Oiya segera aku upload video-nya biar kalian bisa lihat juga :) Sempetin foto dulu yuk sama tiga orang penari di culture show, nah kalau foto bareng kalian harus kasih sesuatu, umumnya 20 bath tapi kalau mau lebih juga boleh hehehe ^^
| Thai's Dancers and Me |
Dan akhirnya selesai :D Waktunya pulang... Oiya dua kali aku jadi kagetkan dengan seseorang yang membawa ular kuning, sebenarnya sih niatnya untuk foto bareng pengujung. “Snake... Snake...” HiiiiiiiYaaa karena terkejut, aku pun berteriak. Malu banget rasanya dilihatin sama orang-orang bahkan ada bule yang ketawa sambil senyum-senyum ---__--- Hiks hiks...
Hahahhahahhahahaaa I’m very HAPPY today... Thank you so much for IO staffs from MUIC, especially for Pi Care, Pi Be, Pi Ta, Pi Dip, and Pi Ooh. They are very nice. Okay guys, the story for today finished. See you in the next story about my journey around Thailand J KhaPkhun Kha (Terima Kasih).
Gallery for Today :)
Gallery for Today :)
| Thai Village |
| Mau beli cinderamata? Nih banyak toko-toko kok sepanjang jalan... :D |
| 4 Exchange Students from Korea for Trimester 2 in MUIC with Me |
| Ibu-Ibu Lagi Bikin Hiasan dari Sayur dan Buah |
| Nih Hasta Karya Ibu-Ibu di Foto Atas :) So Creative :D |
| Kalo Mau Lihat Elephant Show Bisa Duduk Disini :) |
| SunHee and Me |
| Boneka-Boneka dengan Berbagai Baju Tradisional dan 1 Penampakan di Depannya --__-- |
| Back to Home with Natasya |
| Yeahhhhhhhhhh Finally Go Home :D So Tired Today, But Its Very Fun :) |
20120208
4 Days Before Leave Indonesia for 4 Months
Aku sangat senang dengan empat hari terakhir di Indonesia sebelum menuntut ilmu selama 4 bulan di MUIC, Thailand. Menurutku, hari-hari terakhir ini insyaAllah sangat bermanfaat dan bisa bertemu dengan orang-orang yang memberikan inspirasi dan manfaat.
3 Februari 2012
Pagi yang sangat sejuk, akhirnya keluar dari rumah tante setelah mendekam beberapa hari untuk menyelesaikan urusan tempat tinggal selama di Thailand nanti, dan jreng jreng jreng akhirnya kami memilih Apartemen Baan Suan yang notabene adalah apartemen yang diajukan oleh IO MUIC, paling mahal dibandingkan pilihan-pilihan lainnya. Padahal sudah mencoba mencari-cari apartemen lain yang lebih murah seperti di Dearly, Eton, dan Full House. Sedihnya nggak bisa dapat Green Park House yang pertama kali ditawarkan karena overload mahasiswa dari luar negeri.
Dan ketiduran di kereta commuter Jakarta-Depok itu cukup membuat binggung, tiba-tiba saja sudah sampai Stasiun UI dan kereta melaju ke stasiun berikutnya. Akhirnya turun di Stasiun Pocin. Naik ojek menuju Kutek, maunya ke kosan Dini tapi ternyata dia tidak dikosan. Jalan ke FE, duduk sendirian di selasar. Hmmm suasana liburan memang selalu sepi dan sunyi seperti ini. Baru terlihat beberapa office boy dan office girl, juga bapak-bapak satpam, dan beberapa karyawan yang baru datang. Setelah jam menunjukkan sekitar pukul 08.00, aku ke CIMB Niaga buat ketemu sama ibu dosen membicarakan kelanjutan riset depdag. Hehehe... bener-bener deh bahasa inggrisku masih sangat kacau sehingga banyak sekali yang harus direvisi. Tapi ya inilah proses, pembelajaran mulai dari yang nggak tau apa-apa sampai bisa menjadi lebih mampu melakukan sesuatu yang memang sebuah keharusan. Bu Sari menjelaskan secara detail bagian mana saja yang harus dibenarkan, lalu memberikan beberapa bahan jurnal, dan Alhamdulillah pekerjaan selesai juga dua hari kemudian. “Terima kasih Bu Sari karena sudah memberikan kesempatan bergabung dalam tim riset ini karena saya mendapatkan banyak pengalaman dalam menulis jurnal, dan memang tidak mudah seperti yang ibu katakan.”
Jam sudah menunjukkan pukul 09.45 dan artinya harus setengah berlari menuju IO-UI untuk menghadiri pembinaan sebelum berangkat ke Thailand. Lagi-lagi naik ojek, boros banget hari ini. Dan pertemuan mundur sekitar satu jam. Hahaha Good... Good... Ada 8 mahasiswa yang datang dari berbagai exchange student program dengan tujuan Korea dan Thailand. Hmmm, sudah H-4 keberangkatan tapi dana belum juga cair menjadi pertanyaan utama. Bahasan lainnya lebih kepada bagaimana adaptasi dan yang lebih penting adalah nilai tidak boleh jelek karena mempengaruhi keberlangsungan program. “I can not promise if I will get good score, Sir. But I will do my best for it.”
Pertemuan ketiga hari ini, seharusnya sesuai agenda jam 12.00, namun ternyata bu dosen baru di jalan karena selesai rapat dari Cikini. Well, bisa jalan dengan tenang dari Rektorat ke FE. Alhamdulillah... Menunggu yang tidak terlalu lama, jam 13.00 Bu Riani sudah ada di ruang seminar depma. Yeay, aku selalu senang bertemu dengan Bu Riani karena ya menurutku beliau yang bisa memberikan keyakinan memilih konsentrasi SDM, membuat aku terpacu menjadi periset, sosok yang anggun dan cerdas, dan selebihnya kalian akan tau mengapa aku sangat suka beliau, apalagi saat sedang mengajar kuliah di kelas, jika sudah pernah bertemu dengan beliau. Bu Riani bukan hanya dosen yang baik buat aku, tapi beliau juga pembimbingku di beberapa penulisan, dan insyaAllah beliau menjadi pembimbing skripsi dengan topik pekerja perempuan. Dan hari ini kami bertemu untuk membuat penelitian terkait dengan pekerja perempuan, yeah let’s do the research again!!! Aku selalu bersemangat, bersemangat menulis apalagi dengan Bu Riani. Hopefully I will enjoy this research much. Love it!!!
Acara selanjutnya di America Pacific Place untuk menghadiri Young Changes Maker (YCM). Bener-bener malu rasanya kesana, malu karena dihadapkan dengan 22 pemuda/i penggerak perubahan di Indonesia yang usianya dari 13-24 tahun. Wow, they are so great. And I want to be like them too, but how to becomes like them? Thinking!!!
Jam sudah menunjukkan lebih dari pukul 7 malam, akhirnya sampai juga di rumah. Capek sih tapi senang, yaaa memang kalau menjalani sesuatu dengan rasa senang akan lebih terasa menyenangkan dan bukan justru menjadi beban.
4 Februari 2011
Hari ini mau ke Sitanala, Tangerang. Ya ya ya, I am so excited because this is my first meeting with mothers in Sitanala. Sebagai bagian dari bisnis sosial Nalacity Foundation, aku yang baru bergabung sejak November 2011 ini akhirnya bisa juga ke tempat utama pembuatan jilbab manik-manik Nalacity yang dikerjakan oleh ibu-ibu mantan penderita kusta dan keluarga mantan penderita kusta.
Sungguh, sebuah ironi yang membuat aku bersyukur karena masih diberi anugerah orangtua dan keluarga yang sehat, memiliki rumah yang layak, dan semuanya. Berangkat dari Halim Perdana Kusuma sekitar jam 8 pagi, setelah transit busway 4 kali lalu ketemu dengan kak Hafiza di Kali Deres. Naik angkot dua kali dan akhirnya melihat bangunan besar RSK Sitanala Tangerang. Masuk hingga menemukan masjid besar, menunaikan solat dzuhur, dan agenda hari itu pun dimulai.
Hari ini acara diliput oleh SCTV dalam ‘Cabe Rawit’. Agenda pertama adalah silahturahmi dan pembagian gaji. Lalu hijab class oleh kak Atya. Dilanjutkan dengan shooting untuk pembuatan jilbab oleh para ibu. Dan diakhiri dengan pencatatan hasil produksi oleh kak Haula.
Disela-sela waktu akhirnya aku bisa mengobrol dengan beberapa ibu. Salah satu yang paling aku ingat adalah Bu Emi, beliau menderita kusta dan masuk ke RSK Sitanala pada tahun 1998-2001 lalu tinggal di belakang rumah sakit. Beliau menempati salah satu bangunan yang dulu menjadi bagian dari RS, tempat yang sewaktu-waktu bisa dibongkar dan entah kemana lagi harus berteduh dari terik panas matahari dan derasnya hujan. Tinggal bersama suami dan seorang anak lelaki kelas 3 SD. Astafirullah, kaki kanannya sudah tidak ada karena kusta dan digantikan dengan kaki palsu pemberian seorang dermawan. Menurutnya, rasanya sudah mati rasa dan sebenarnya kondisi badannya sedang tidak enak namun apa daya tidak ada biaya sehingga tidak bisa pergi ke dokter. Selain menjadi pekerja di Nalacity, beliau juga menjadi pengemis di jalanan karena membutuhkan uang untuk menyambung hidup. Bu Emi dan suami berkomitmen untuk bisa menyekolahkan anak dan anak tidak boleh bekerja, “cukup saya yang minta-minta di jalan, neng.”
Jadi teman-teman bersyukurlah kita karena bisa bersekolah dan tidak bekerja di jalanan. Dan buka mata dan hati untuk melihat sekitar, masih banyak yang membutuhkan tangan dingin kalian. InsyaAllah berkah :D
5 Februari 2012
Setelah baru datang dari Tangerang sekitar jam 8 semalam, dan ngobrol plus ngegalau sama kak Alfi sampai jam 11 malam. Pagi ini harus kembali menjalankan aktifitas.
Membuat janji dengan Eduardo Mariz, mahasiswa Australia yang sedang magang di Jakarta Globe sebagai jurnalis. Awalnya dia mau membuat artikel tentang Nalacity dan menghubungiku karena aku menjadi perwakilan Nalacity di Kemenkes saat temu media kemaren. Namun akhirnya dia merasa tidak akan cukup waktu dan membuat interview personal. Jujur nggak pede sih karena harus ngobrol pakai bahasa inggris, tapi dia mencoba menenangkan sebelum bertemu dan bilang, “your english is good enough. Don’t worry.” Untung saja wawancara berlangsung dengan lancar. Sepanjang wawancara, Edu benar-benar jurnalis yang sangat baik karena bisa membawa suasana dan wawancara menjadi tidak formal sehingga memudahkan aku untuk membangun kepercayaan diri. Beberapa kata dalam bahasa inggris yang tidak aku mengerti dan dia mencoba membuatku paham.
Dari stasiun, kita ngobrol di Fpsi, lalu jalan melewati FISIP, menuju FIB karena esoknya dia harus bertemu dengan dosen koordinator jurusan korea di sana, dan melewati Jembatan Teksas, sampailah di FE untuk mengambil beberapa gambar. Cuaca sangat panas tapi kami bersemangat. Pulang melewati jalur spekun menuju stasiun dan kami pun berpisah. “Thanks a lot Edu for today, very pleasure to meet you. Success for your career, and enjoy your day in Indonesia before come back to Australia. Keep contact :D”
Meski kurang dari 2 jam, pertemuan dengan Edua memberikan sebuah pelajaran. Hmmm aku jadi lebih sadar bahasa inggris itu sangat penting dan aku berjanji pada diri sendiri untuk bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggris. Dan yeahhhhhh Thailand mungkin adalah tempatnya karena aku di MUIC yang mayoritas mahasiswanya adalah mahasiswa internasional.
Jam 12 siang menuju detos. Huwaaaaa mimpi apa aku semalam? Roza, sahabat SMPku, sedang ada semacam kuliah kerja nyata di Bekasi dan sekarang sedang di Depok. Ummmm langka banget bisa ketemu sama sahabat-sahabatku. Sempat binggung saling mencari di Matahari. Hahhahaaa lalu memutuskan makan di Solaria. Dan si pengangum Sheila On 7 ini masih memanggilku dengan panggilan kesayangan, “gok...”
“Lunch sama kamu diiringi musiknya Sheila On 7, sempurna!” Ucapnya semangat sembari kami mengobrol dan menunggu makanan di Solaria. Dan memang entah keberuntungan untuknya, makan siang bareng aku plus diputerin lagunya Sheila hahahhaa...
Setelah itu mengitari Detos, pengennya sih nonton tapi di 21 nggak ada film bagus. Cabut deh cari baju, tapi nggak ada yang suka. Dan capek!!! Hahhahahaa lalu maunya ke Perpus Pusat UI tapiiiii ada yang kelupaan. Hmmm solat dzuhur, akhirnya masuk lagi ke Detos dan menunggu hingga ashar. Hiks waktunya berpisah L Berpelukannnnn ala teletubbies :p. “Roza sayang, makasih ya buat hari ini. Aku seneng banget bisa ketemu kamu. Cup :*.”
6 Februari 2012
Bangun jam 3 pagi untuk mengerjakan tugas yang sempat tertunda. Alhamdulillah selesai juga jam 5 pagi dan dilanjutkan dengan solat subuh. Rasa-rasanya kantuk menggantung, namun entah kenapa tidak bisa tidur lagi. Deg Deg Deg... Aduhhhh hati rasanya nggak karuan. Huft...
Ya besok J L Binggung harus pasang ekspresi seperti apa. Besok berangkat ya? Iya, besok berangkat. Seharusnya berpisah sama keluarga bukan sesuatu yang berat buat aku karena sudah terbiasa sejak SMP, sudah sekitar 9 tahun bisa hidup tanpa seatap dengan keluarga. Tapi ini kenapa rasanya takut banget.
Mungkin perasaan ini muncul karena belum ketemu sama ibu, musa, dan ilham. Baru ketemu sama bapak yang sudah seminggu ini di Jakarta. Sumpah, aku kangen banget sama ibu. Pagi-pagi coba kutelpon, pengen ngobrol banyak dan pengen nangis di telepon. Tapi ibu malah cuek gitu, malah ketawa waktu aku mau nangis. Nggak jadi nangis deh, malu! Hiks tega banget ibu. Aaaaaaa Ibu, pengen meluk dulu terus ciumin pipi terus bobok dulu sama ibu, tapi terpaksa nggak bisa karena berbagai agenda yang harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Tapi setidaknya telepon sekitar 20 menit itu (sedikit) bisa melepas rindu.
“Besok berangkat jam berapa mbak?” tanya ibu.
“Jam 12 sudah dari rumah bu.”
“Nanti ibu bisa telepon ndak kalau sudah disana?”
“Bisa bu, bisa huhuhuuuuu ntar pakai IM3 ya bu. Ibu sih nggak main twitter, facebook, atau skype...” selorohku manja.
“... Masa orangtua main kayak gituan?”
“Ibu ndak gaul hahhahahhaaa...”
Mommmmmmm, love you so much. I will be back and hopefully can bring bright experience for my future.
Setelah itu menyempatkan bercengkrama dengan Bapak, Tante, dan Mbah. Mereka membuatkan rendang dan kering tempe untuk dibawa, takut aku nggak suka makanan di Thailand dan merasa tersiksa di hari-hari pertama. Huaaaa terharu, makasih ya :* H-1 tapi belum masukin semua barang ke koper. Kalau ada ibu pasti ditatain rapi ya hehe ^_^.
Agenda hari ini adalah datang ke graduation day ‘Unggulan CIMB Niaga Scholarship’ untuk angkatan 2007 atau batch 2 CNS. Lalu harus kembali ke UI untuk sign kontrak.
Hari ini sangat... sangat melelahkan karena baru bisa menginjakkan kaki di rumah sekitar pukul 8 malam. Dengan perasaan yang bercampur aduk tak karuan. Hmmm menyempatkan sejenak ngobrol dengan tante dan bapak, lalu om pur datang juga malam itu. Alhamdulillah besok diantar pakai sopirnya om pur ke Bandara jadi nggak perlu bayar taksi ^^ Asyikkk gretongan :p
Dan malamnya benar-benar nggak bisa tidur : GALAU!!! Bapak juga nggak bisa tidur mungkin karena alasan yang sama : GALAU!!! Hmmm besok adek ilham datang, Alhamdulillah bisa ketemu paginya dan siangnya dia bisa ikut antar ke Bandara.
At all, I am happy with my 4 days before leave Indonesia for 4 months. Hopefully all will be fine there and I get what I want and what I expect before. Thank you in advance for all people who support me. I love you all as much as you love me too. See you and please keep praying for me :D
#Note : Mom, this is my number in Thailand : 0101666833158759. Call me with IM3 number :D I miss you so much and My Dad also :p Muach muach muach...
20120117
Keberuntungan, Durian Jatuh, Kebetulan, atau ... Entah Apa Namanya :D
‘Aku akan menerbangkan layang-layang ini hingga tingginya mencapai batas-batas langit keinginan. Akan ku ulur terus hingga layang-layangku tak jatuh, kan ku jaga keseimbangannya melawan terpa angin yang berhembus dengan garang. Wahai layang-layang, telah kulihat dirimu semakin mengecil hingga mulai tak terlihat, ya tak terlihat, dan aku pun melepas benangmu. Selamat tinggal layang-layangku, tenang saja, aku masih punya banyak layang-layang di rumah yang akan menjadi amunisiku menggapai anggan dan keinginan.’
Depok, 7 Januari 2012
Masih UAS dan harus tes toefl, itu artinya aku harus mengalami dua hal paling menegangkan dalam hidup (Lebay!). Setelah prediction toefl di tanggal 24 Desember 2011, sekarang saatnya ITP. Hasil prediction aja cuma 447. Tapi yasudahlah namanya aja amatiran, itu aja menurutku udah bagus karena tanpa persiapan sama sekali, kirain hasilnya akan dibawah 400. Astafirullah... Tapi ITP ternyata lebih sulit soalnya dibandingkan toefl prediction, rasanya udah hopeless. It’s okay, apa yang terjadi terjadilah... I’ll wait the score of the test. Sebenarnya buat apa sih tes toefl tanpa persiapan seperti yang aku lakuin saat ini?
Dunia Baru yang Tidak Pernah Kumimpikan
“Berangkat Mbak, Berangkat aj. Kapan mbak punya kesempatan seperti ini? Sudah dikasih kok malah nolak. Apa yang dibinggungkan?”
“Nanti aku ndak bisa ikut apa-apa disana, Bu. Ndak bisa ikut lomba, padahal aku lagi senang-senangnya.”
“Lho salah mbak, disana mbak dapat pengalaman, dapat teman, dapat jaringan, dapat yang ndak mbak dapat di sini. Kalau ibu disuruh pergi, ibu pergi mbak. Nanti kalau kerja kan tergantung kerjanya dimana, kalau kerjanya kurang fleksibel malah mungkin bisa jarang keluar negeri.” Ibu meyakinkan.
“Mbak jadinya berangkat kapan?”
“Belom pak...”
“Bapak udah belikan vitamin, minyak kayu putih yang besar, pokoknya sudah semua jadi ndak perlu beli ya
mbak.”
Diam...
“Mbak?”
“Iya pak, belum pasti. Mungkin juga ndak jadi pak, aku masih binggung pak.”
“Owalah bapak kira jadi, yaudah dipikirkan matang-matang ya. Bapak ndak papa kalau kamu berangkat.”
Masih terus berpikir dan berpikir. Tapi tendensi untuk berangkat itu sangat besar terutama setelah menerima beberapa penawaran menarik. Rasa-rasanya di sini bisa lebih berkembang. Tapi... Haishhhhhhhhh lupakan!!! Istiharah...
Bermimpi pun tidak, tepatnya tidak pernah berani bermimpi akan ke luar negeri lagi, apalagi buat mengenyam pendidikan di MUIC yang konon kata satu trimester biayanya sekitar Rp 25 juta. Aku pikir Malaysia dan Singapura adalah dua negara asing yang bisa aku singgahi berkat hadiah tour dari Depdiknas Kab. Jember di tahun 2008 silam.
Melihat keyakinan ibu dan kesungguhan bapak mempersiapkan keberangkatanku, rasa-rasanya memang. Ya memang harus berangkat. Terutama Pak Hafiz yang sudah mempersiapkan semua persyaratan, rapat dengan Mbak Meita dan Pak Machmudin, juga surat pengantar dari Pak Jossy. Jadi harus menunggu apalagi? Ya !!! Berangkat.
‘I faced with opportunity cost when I choose this chance to go to Mahidol University, Thailand. But, I’m sure if I’ll get big and real experience that I can’t get when I’m still in Indonesia. Although, one again, I must leave big and real opportunity in Indonesia.’
Depok, 12 Januari 2012
Akhirnya UAS semester 5 berakhir dan ini adalah langkah pertama benar-benar mengurus keberangkatan ke Thailand. Ya, tepatnya di Bulan September seorang teman memberikan ucapan selamat melalui pesan singkat, ucapan ini tidak hanya membuat ‘surprise’ tapi ‘super surprise’. I Get Something that I Don’t Expect Before. Ternyata namaku tercantum sebagai ‘Participant in MIT Student Mobility Program under SEAMEO-RIHED Credit Transfer Program’. Tidak satu pun berkas aku kirimkan dan ya tidak pernah berniat untuk exchange. Ternyata Alhamdulillah, Departemen Manajemen FEUI mendaftarkanku sebagai salah satu perwakilan dan diterima dari seleksi berkas 5 calon perwakilan (Terima kasih Bu Gita Gayatri dan Mas Aji). Setelah kegalauan lebih dari tiga bulan akhirnya memutuskan untuk berangkat, ya berangkat!!!
Bersama Esti yang juga akan berangkat ke Mahidol Univesity, Thailand, pergi mengurus visa ke The Royal Thai Embassy di Jakarta. Namanya juga nggak pernah punya pengalaman, ternyata sampai sana harus membayar $80 dan kalau tidak membawa dolar maka harus membayar Rp 800.000,- untuk non-immigrant visa selama tiga bulan. Stasiun UI-Stasiun Tebet lalu naik taksi dan ternyata pengurusannya hanya sekitar 15 menit tapi visa baru bisa diambil 3 hari kemudian. Oiya kalau cuma mau liburan cukup pakai visa turis aja jadi tidak perlu membayar. Pengalaman memang selalu mengajarkan untuk menjadi lebih baik dan terlatih di kemudian hari, sempat beberapa kali salah mengisi formulir dan harusnya bisa lebih murah membayar bisa kalau sebelumnya ditukarkan ke dolar.
| Finally... My Visa for three months in Thailand :D |
Sepulangnya langsung ke RS Mitra Keluarga untuk check up kesehatan, tapi jujur sih aku takut banget sama jarum suntik jadi aku berkelit buat diperiksa. Dan pulangnya ke AVIA TOUR buat cek harga pesawat Jkt-Bkk-Jkt. Perjalanan selanjutnya menuju International Office UI menemui Mbak Meita untuk memastikan reimbursement system. Well, hari ini pun selesai dan mata semakin membengkak. Subhanallah mata bengkak masih bisa mengurus semua. Alhamdulillah Ya Allah.
| Me and Esti |
Depok, 17 Januari 2012
Ternyata memang harus melakukan check up kesehatan, Esti melakukan general check up sementara aku lebih memilih check up Mata dan THT karena kadang bermasalah. Alhamdulillah semua yang aku kira bermasalah ternyata dalam kondisi sangat normal. Cuma dapat peringatan dari dokter mata kalau belajar jangan sambil tidur, kasihan matanya. Ya... gimana dong namanya juga habit. Paling nggak sekarang aku punya surat keterangan sehat buat pengantar ke Mahidol University, tanpa melewati cek darah dan jarum suntik.
| Nunggu tes kesehatan di RS Mitra Keluarga... Lama juga sekitar 2 jam *_* |
| Tiket PP : Jkt-Bkk-Jkt |
Ya setelah itu ke AVIA TOUR lagi buat beli tiket, totalnya Rp 2.930.000,- udah termasuk makan dan bagasi, buat tips aja jangan beli tiket apapun di hari Sabtu dan Minggu karena harganya pasti bakal lebih mahal. Keberangkatan 7 Februari dan Kepulangan 21 Mei. Dan hasil ITP ternyata hanya ada di kisaran 473. Alhamdulillah, naik meskipun hanya sedikit. Setidaknya aku tetap bisa berangkat dengan modal segitu karena tidak terlampau jauh dari requirement score ITP 500.
Total semua pengurusan Rp 4.137.500,- kecuali ITP dan Toefl Prediction. untungnya semua dibayarin sama Dikti :) Thank you so much...
| Alhamdulillah... Ayo ayo pulang dari sana ITP lagi!!! *NgarepBisaLebihBaik |
‘Dan aku melewatnya beberapa minggu tenang liburan untuk tetap di Depok, mengurus segala keperluan. Mempersiapkan segala sesuatu agar tidak ada yang tertinggal. Aku ingin meninggalkan tempat ini untuk sementara dengan ketenangan dan pulang dengan senyuman serta buah tangan pengalaman berharga.’
Orang-orang yang mengokohkan
Especially for you, my family. Bapak, Ibu, Adek Ilham, dan Adek Musa. Mbak kesana karena dukungan kalian, nanti baliknya mbak kasih oleh-oleh cerita :p
Buat Irma Octaviani, Dini Ramadhani, dan teman-teman liqo Cabi makasih ya buat penguatan-penguatannya.
Buat Teh Nisa, teteh insyaAllah ntar kita skype-an ya liqo biar aku tetap bisa liqo sekalipun di Thailand. Oiya Dini, titip barang-barang via yaaa hehe :p Maaf merepotkan.
Buat seseorang, makin berprestasi ya kamu. Hmmm jadi bulan yang lebih terang daripada sebelumnya, terus bersinar. I trust if you can be a great leader, you can be a big figure in the future.
Mardhatilla Amalia, my great partner, makasih buat semangatnya ya dek. Keep contact. Terus berprestasi, kamu itu keren banget. And we’re great team. J
Keluarga BOE terutama Divisi Penerbitan terutama lagi Kak Desti dan Kak Cyntia makasih ya sudah banyak mengajarkan dan aku banyak belajar dari kalian. Penulis-penulis hebat. Aku yakin semua yang aku dapat nggak lepas dari minat menulis yang salah satu pendorongnya adalah kalian. BOE memang super :D
Keluarga KPME terutama SBU Excellent :D Makasih yaaa sudah mengajarkan aku jadi HR Manager hehe *_*
Nalacity Foundation, I’ll be back and being a good RnD Manager, trust me :D
Ergirls... saionkkkkkk berprestasi semua yaaa, hummmm sinarnya udah mulai keliatan semua. Ahhhhhh sahabat-sahabat paling keren seduniaaaaa. Oiya Roza yang minta diajakin keliling dunia, ntar bareng bertujuh yaaaaa kelilingnya hahahhahhaa
And Many more... Nggak bisa disebutin satu per satu. Makasih yaaa semua :D
Subscribe to:
Posts (Atom)



