20121210

Surat Buat Ibu dan Dek Musa

Halooo ibuku sayang...

Hahahaaaa aku tau ibu hobi banget baca blog aku, makanya aku tulis ini surat khusus buat ibu dan dek Musa. Pasti ibu sering buka blog terus nggak menemukan satu pun tulisan, hehe maaf ya ibu soalnya via agak sibuk beberapa bulan terakhir ini jadi nggak bisa update blog.

Ibu tau nggak bu, via ngerasa bersalah banget sebagai anak yang kurang memperhatikan orangtua dan adik-adik. Tapi ibu harus tau kalau apa yang via lakukan ini hanya untuk kalian. Via senang banget Bapak dan Dek Ilham bisa tinggal sementara di Jakarta, tapi tetap aja Bu sebenarnya mereka berdua jarang banget ketemu Via. Habisnya via harus berangkat pagi dan pulang malam (buat mencari segenggam berlian #HahahhahahahaBecanda). 

Bu, aku mau update berita nih ke ibu habisnya kita jarang bisa telpon (maaf ya bu hapenya sering via matiin). Pertama, Alhamdulillah bu meskipun via sudah jarang menulis lagi tapi kemaren sempat mendapatkan beberapa hadiah (ntar via bawa pas pulang ya, Bu). Oiya kemaren pas ke luar itu via beliin cokelat buat ibu, pasti ibu sukaaaa deh hohooo tapi ntar ibu tambah ndutttt jadi makannya jangan banyak-banyak (Siap2 digolok ibu!!!). Beberapa info lainnya langsung ntar aja via ceritain di rumah yeeee hohoooo, banyak cerita galau nih buuuu XiXi

Oiya Bu, Alhamdulillah nih Dreamdelion semakin maju tentunya berkat doa ibu jugaaaa sama bapakkk hehe Ini nih ibu baca beritanya di beberapa link ini ya buuuu :

1. http://rri.co.id/v2/index.php/berita/37052/Kemenko-Kesra-Sambut-Positif-Manggarai-untuk-
2.http://m.inilah.com/read/detail/1933146/manggarai-berkarakter-lewat-pemberdayaan-perempuan
3. http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1933146/manggarai-berkarakter-lewat-pemberdayaan-perempuan
4. http://www.bisnis.com/articles/sekelompk-mahasiswa-benahi-permukiman-kumuh
5. http://www.indonesiapower.co.id/SitePages/NewsDetail.aspx?dN=704
6. http://www.indonesiapower.co.id/SitePages/NewsDetail.aspx?dN=705
7. http://ukm-center.org/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=939

Artinya aku nggak pulang ke rumah bukan karena lagi main-main di sini, tapi aku lagi melakukan sesuatu... (misi rahasia hahahahhahhaaaa)

Oia bu, dek musa itu kemaren nyuruh aku pulang... Bilangin aja bu aku pulang Januari yaaa dan siapin masakan yang enak (ehhhh ibu kan ga bisa masak yaaaa huahhahahahahaaaa -_- siap2 dimarahin ibu!!!)

Bu, sebenere aku ini lagi kejebak hujan di kampus kayak badai gitu dan ndak bisa metu jadi aku nulis ini daripada benggong dewean. Moga aja tulisan ini bisa bikin ibu ketawa (paling nggak mringis karena tak ledekin :p) Sayanggggg ibu dan dek musa :* 

Labkom FEUI
Hujan Deras Ga Bisa Pulang
Depok, 10-12-2012
Sayang Ibu,
Alia Noor Anoviar


20121018

Kisah Tentang Sebongkah Hati

Mungkin ini karena waktu yang cukup lama dan menuntut adanya perubahan, tapi saat perubahan itu datang justru gurat-gurat kekecewaan muncul tanpa pernah diprediksikan. Ini mungkin adalah kisah yang tidak semua orang dapat memahami mengapa harus terjadi, tapi ya harus diakui sebenarnya ini adalah sebuah kisah klasik tentang hati.

Berjalan bersama dan menorehkan kisah, itu biasa. Tapi saat berjalan bersama dan menciptakan kisah, mungkin ini luar biasa. Luar biasa itu sendiri subjektif sebenarnya, bisa saja yang luar biasa menurut seseorang menjadi biasa bahkan tidak ada artinya bagi orang lain. Ya tapi dia sendiri mengakui bahwa ini adalah sebuah kisah yang luar biasa, yang bahkan dia binggung untuk dapat merangkainya melalui kata. Kisah ini bukan lagu picisan tentang perasaan, tapi kisah ini bernada.

Entah sudah berapa detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun yang terlewati bersama. Waktu demi waktu yang tidak lagi dapat dihitung dengan jemari. Sebenarnya ini sebuah kisah yang menjemukan, tapi selalu melahirkan tantangan. Entah apa... kembali dia tidak dapat berkata-kata. 

Bukannya dia tidak bisa melihat sehingga tidak bisa melihat ketulusan hati orang-orang lain. Bukan juga dia tidak dapat mendengar sehingga tidak pernah mampu mendengar kalimat-kalimat yang sesungguhnya lebih menyenangkan dari suara-suara yang bukan miliknya. Pun bukan karena dia tidak dapat berjalan sehingga dia selalu enggan untuk meninggalkan tautan hati yang benar-benar tak mampu lagi memisahkan diri.

"Aku punya pilihan, tapi aku tidak bisa memilih. Karena aku tau bahwa aku sudah memilih, pun meski pilihan itu tidak sejalan dengan logika. Tapi ini tentang hati, sesuatu yang bahkan tidak akan pernah kau paksakan jika logika dan perasaan tidak berkata sama."

"Hhahahhahahaaa..." Dan untuk sepersekian menit dia tertawa, "bukan bukan bukan!!! Aku benar-benar tidak menyimpan alasan, juga tidak memiliki latar belakang. Apa kamu kira aku sedang membuat tulisan seperti biasanya?"

"Lalu?"

"Tidak, bukan seperti itu, pun aku tidak ingin melogikakan apapun tentang ini. Ini berbeda, sesuatu yang tidak pernah aku sangka kemunculannya. Ini berbeda daripada memenangkan sebuah kompetisi yang aku harus berjuang keras untuk mencapainya. Ini pun berbeda dari sekedar menerima sertifikat penghargaan. Ini tentang hati... Aku tidak pernah tau mengapa, tapi aku tau bagaimana ini semua terjadi." Menunduk, lalu dia kembali menegakkan pandangannya menatapku. Dua bola mata yang telah basah, pipi memerah yang tidak pernah dia tunjukkan sebelumnya. 

"Ada apa?"

"Aku lelah..."

"Lelah kenapa? Bukan kamu yang biasanya..."

"Aku lelah saat orang bertanya mengapa... mengapa... mengapa... Haruskah semua yang aku lakukan memiliki kata 'mengapa'?" Mengusap airmata dan kembali bersikap biasa, "aku hanya ingin melakukan apa yang aku suka. Bukan sesuatu yang direka. Ini masalah hati, bukan sesuatu yang dapat dilogikakan... Jika memang hati ini seperti bongkahan es batu yang enggan mencair, apa harus dipaksakan untuk mencair? Jika memang hati ini seperti bongkahan karang yang tak bisa melunak, haruskah dilunakkan dengan paksa?"

Ini adalah kisah tentang sebongkah hati yang tidak pernah dapat dilogikakan.


Dear someone,
I know if you're the best
and always do the best for
people around your life.
Keep strong :)
 

20120705

Behind The Scene of Community Empowerment Online Shop (CEO-Shop)

Lebih dari empat bulan sudah aku tidak bertandang ke istana kecil yang aku bangun bersama kedua temanku, Rahma Suci Sentia dan Siti Nurfitriani (Site). Ide awal terbentuknya istana kecil yang kami beri nama "Sanggar Anak Manggarai (SANGGARAI) ini lahir dari Site dan kami mencoba mengkonsepnya dalam sebuah kompetisi di level fakultas "3th Student Research Days" dalam bidang PKM Pengabdian Masyarakat. Kami pun menyabet Juara ke-2, namun menjadi yang kedua tidak menjadika kami sebatas menjadi konseptor, kami ingin mengimplementasikannya dalam bentuk riil seperti torehan pena yang kami konsepkan sebelumnya. Namun berbagai halangan, implementasi tidak juga berjalan sampai akhirnya justru aku harus pergi ke Thailand untuk exchange. Sebulan pertama di Thailand, aku mendengar kabar bahagia... "SANGGARAI" benar-benar ada sekarang dengan gerakan masif dari Sentia dan kawan-kawan. Alhamdulillah... 

"Ada rasa sesak pada perasaanku, apa iya aku cuma bisa jadi penulis, pengonsep, kaya ide tapi miskin implementasi, dan tidak bisa bergerak secara nyata? Aku malu, lebih tepatnya aku malu pada diriku sendiri. Sangat egois!"

Hari ini (27/05/2012) akhirnya menjadi momen pertama kali aku bisa bertemu dengan anak-anak setelah pulang dari Thailand. Dan aku pun benar-benar kikuk dihadapkan dengan lebih dari 20 anak yang terlihat sangat lincah dan 'ramai' entah kenapa kepalaku cenat-cenut dan merasa tidak sanggup seketika. Tapi ahaaaa kayaknya ga 'woman'  (lawannya gentle :p) banget deh kalau nyerah sama para cabe rawit ini.

Saat sentia mengenalkanku pada anak-anak yang menghampiri dan mencium tanganku, satu persatu dengan antusias, mereka seolah memiliki "teman" baru bahkan beberapa dengan akrabnya memanggilku "kakak" atau "ibu".

"Ini namanya kakak alia, baru pulang dari Thailand lhooo... Dulu pernah kesini juga, tapi udah lama ya kak? hehe"

Tampaknya setelah 20 menit berlalu aku sudah bisa mengendalikan perasaanku sendiri haahhaaaa... Mengendalikan perasaan sebelum mengendalikan ini bocah-bocah yang sangat aktif. Awalnya aku cuma mendekati dua orang bocah yang sedang membaca buku berbahasa inggris, menanyakan apakah mereka mengerti. Tapi biar lebih seru akhirnya aku bermain tebak-tebakkan dari isi buku itu. Aku mulai dengan kata "BODY" dan menantang mereka menyebutkan anggota tubuh dengan menggunakan bahasa inggris. Yayyyy ternyata cara ini efektif untuk membuat 5 orang duduk super anteng di hadapanku, kami pun bermain ENGLISH WORDS yang berawal dari body lanjut nyanyi alphabet (nyanyian yang dulu ibu ajarkan padaku). Mereka sangat antusias dan aku merasa sangat puas (IMPAS!!!) hahahaha...

 
Kelompok Belajar Bahasa Inggris

Berawal dari 5 orang yang semakin ramai akhirnya membius teman-teman di sekitarnya untuk belajar hal yang sama, aku pun tersenyum senang karena bisa membuat mereka senang >> Ternyata senang itu sederhana ya teman?

Tapi ada sedikit kesedihan saat aku melihat mereka, 20 anak ini dihandle dengan 2 orang padahal kalau mereka setidaknya bisa dihandle dengan 4 orang pasti akan sangat efektif belajarnya. Ya, dana masih terbatas. Buku-buku yang ada di perpustakaan kami pun hasil sumbangsih dari gerakan #BeriBuku-nya kak Risma dkk angkatan 2008 FEUI senilai 5 juta. Dahsyat!!! Luar Biasa!!! Buku-buku yang banyak dan mencerdaskan ini pun masih belum bisa diakses secara bebas, mereka hanya bisa mengaksesnya setiap kali kami datang. Padahal mereka ingin membaca setiap waktu, buku adalah jendela dunia yang harusnya tidak memiliki batasan waktu untuk menikmatinya. Ya, kami bukan warga setempat 'area Manggarai' dan kami butuh seseorang untuk bisa menjaga perpustakaan, kami perlu dana.

Aku masih mencari jawaban : Darimana dana bisa akudapatkan? Belum kerja, masih kuliah, mengandalkan beasiswa lagi, dan sangat tidak etis saat meminta bantuan orangtua untuk keinginan pribadi. Baiklah harus buat bisnis, tapi bisnis apa?

Akhirnya aku mendapatkan sebuah pekerjaan part time untuk 5 hari, pameran produk perbankan. Aku pun mulai bergeliat mencari celah, banyak produk disini dan pasti ada yang bisa menjadi inspirasi. Dan benar, ada stand yang menjual beberapa tas jeans dari bahan jeans bekas namun masih sangat standar, bahkan tas cewek tidak diberi penutup atau risleting sehingga cukup bahaya. Aku mencoba menjualnya dan Alhamdulillah dalam 3 hari laku 10 tas dengan harga 35-40rb. Aku pun melihat, ya ini jawabannya!!! 

Menjadi teringat perjalananku di Thailand, melihat sebuah stand penjual berbagai model tas jeans yang dijual dengan harga sangat mahal. Bahkan aku membeli dengan harga sekitar 120.000 padahal modelnya sangat sederhana. Tapi saya tetap membeli (bukan karena lg banyak duit karena emang ngepas sebenarnya duitnya hahaha...) karena tasnya lucu dan menurut saya kreatif. Sempat terpikir  membuat seperti ini di Indonesia, tapi terlupa karena kesibukan pasca pulang yang cukup meribetkan. 

Yepppp IT's THE TIME TO ACT!!!

Akhirnya berlatarbelakang seperti itu dan mendapatkan bantuan dana dari Om yang masih dalam proses, dengan sistem bagi hasil, aku memberanikan diri untuk mulai meniti jalan mencari dana melalui COMMUNITY EMPOWERMENT ONLINE SHOP (CEO-Shop). 

Kenapa namanya CEO-Shop?

1. Pada beberapa bulan pertama, produk akan disupply oleh salah satu yayasan yang mempekerjakan anak2 putus sekolah dan disekolahkan. Pada prosesnya, produk utamanya berupa tas dan baju jeans akan diproduksi oleh ibu-ibu di bantaran kali manggarai. (sampai saat ini masih dalam proses pencarian bahan dan mesin) Tujuannya adalah memberikan penghasilan kepada mereka karena rata-rata menganggur di rumah. They need something to empower them :) Tapi akan dijual beberapa produk lain yang diambil dari vendor misalnya aksesoris.

2. 20% dari profit akan dialokasikan untuk pengembangan SANGGARAI. semoga bisa cukup untuk setidaknya memiliki 2 pengajar baru dan penjaga perpustakaan. Pastinya akan berproses :) Bismillah... Kalau ada yang tanya kenapa cuma 20% karena aku sendiri bekerjasama dengan beberapa investor untuk pendanaan dengan sistem bagi hasil, insyaAllah ke depannya akan bisa menyisihkan lebih banyak tabungan buat adik-adik.

InsyaAllah tanggal 13 Juli, CEO-Shop akan segera di launching produk-produknya lewat facebook dan twitter :D

Semoga aja keberadaan CEO-Shop benar-benar bisa memberikan oase baru buat meng-empower perempuan dan anak-anak yang insyaAllah memiliki masa depan cerah itu :)

Dukung CEO-Shop yaaaa dan jangan lupa beli produknya mulai tanggal 13 Juli 2012 nanti !!! :D


With love to them,


CEO-Shop :)