20130731

Menuju Wisuda UI #Bagian4

Kali ini cerita tentang Ibu, hebohnya Ibu menuju yudisium anaknya. Yap benar untuk pertama kalinya setelah hampir empat tahun keberadaan anaknya ini di UI akhirnya Ibu akan datang, datang untuk yudisium anak perempuan satu-satunya :D Ibu akan datang 24 agustus nanti untuk Yudisium FEUI, sementara Bapak akan datang di 30 Agustus nanti untuk wisuda UI. Buat saya meskipun mereka tidak bisa ada dalam satu waktu yang sama, kehadiran mereka dalam ruang dan waktu yang berbeda untuk tujuan yang sama adalah sebuah penghargaan terbesar dalam hidup saya sejauh ini.

Ibu berusaha mempersiapkan semua yang terbaik, mulai heboh untuk tiket berangkat-pulang sampai baju wisuda. Tapi ya namanya aja Ibu, heboh gitu tapi maunya tetap nggak mau repot :p Hebohnya ibu soal kebaya buat yudisium berakhir pada keputusan beli aja di Jakarta sehari sebelum yudisium, hahaha baiklah buuuu :3

Buat saya ibu itu sosok istimewa, bayangin aja meskipun dalam kondisi apapun saya yakin yang ibu pikirkan hanya untuk kebaikan anak-anaknya. Meskipun hobinya ngambek, dan itu menurun ke saya, tapi ibu selalu care dan memprioritaskan anak-anaknya. Sebagai anak sulung, saya merasa paling kecipratan kasih sayang ibu. Yahhhh meskipun ibu suka gengsi ngakuin sayang ke saya hahahaaa tetep aja keliatan, telpon yang kadang kayak minum obat itu salah satunya.





Kalau ditanya, siapa perempuan paling istimewa dalam kehidupan saya tentu jawabannya adalah Ibu :) I love you mom. I love you more than what you know :D

Buat Ibu... Semoga nanti ketika datang di yudisium anak perempuannya ini ada yang bisa saya berikan buat Ibu, semoga bisa melukiskan senyuman untuk Ibu di tanggal 24 Agustus 2013 nanti :D Amin Ya Allah :)

Jakarta, 31 Juli 2013
10.53 PM

20130729

Random-nya Gue! #Seri1 :p

Hal yang sering gue lakuin dan kadang ada aja nemuin hal-hal baru yang missed sebelumnya adalah nge-googling nama sendiri hahaha...!!! Eh kali ini nemuin tulisan temen yang udah dari tahun 2010-an, karena doi salah satu sohib terdekat sekaligus rekan se-geng waktu SMP jadi ngerasa unyu banget trus pengen naruh di blog gue buat kenang-kenangan, sama narsis dikitlah yaaa :p

Tulisan Roza tentang Via :D

Note : kayaknya doi salah nulis MSDM jadi PPSDM deh hahaha

Aku dan kamu bisa :)

Beberapa minggu yg lalu saya ketemu teman lama saya. Rasanya sehari kurang puas ngobrol sama dia. Maklum, obrolan kita kali ini lebih "berkelas", tentang masa depan ;)

Dia kuliah di Universitas Indonesia. PPSDM. Manajemen. Beasiswa CIMB Niaga. What perfect it is !
in depth of my heart, saya juga pengen seperti itu. Envy!
Oke, dia pinter. Menang olimpiade dimana-dimana. Saya pun melihat diri saya sendiri. Saya tidak pernah sekalipun ikut olimpiade. Hm Pernah dink, pas SD. Hehe. Lalu, mana mungkin saya bisa seperti dia.
and then dia meyakinkan saya
"aku dan kamu BISA"
Ya! Perjuangan Dia untuk mendapatkan itu semua ternyata tidak semudah yg saya bayangkan. Dan saya banyak belajar akan hal itu.
"Informasi adalah hal sepele yg tidak boleh disepelekan begitu saja"
 "Carilah informasi sekecil, sedikit apapun. Maka, kamu akan mendapatkan sesuatu yg besar."
"Kesempatan sekecil apapun akan menjadi keberuntungan yg sangat besar"
Itu sedikit dari yang saya dapat dari pengalaman teman saya. Ya, Informasi. Selain itu saya harus lebih berani, katanya. :)

SAYA HARUS BISA.

*Terima kasih kepada Alia Noor Anoviar.
Obrolan yg penuh motivasi. Selebihnya, kamu memang pantas mendapatkan itu. Good Job. I Like It :p

20130728

Menuju Wisuda UI #Bagian3

Saya pikir habis sidang skripsi di tanggal 31 Mei 2013 lalu dengan Bu Riani, Bu Yanki, dan Bu Fanny selama 40 menit-an adalah dua langkah terakhir yang harus saya jalani sebelum benar-benar menyandang predikat sarjana, ternyata bukan hanya 6 mata kuliah UAS tapi masih ada revisi setelah itu mengurus printilan menuju yudisium FE dan wisuda UI yang sungguh-sungguh menguras tenaga, kesabaran, dan uang (banget) :p Tapi saya happy bisa menjalani semua proses itu Alhamdulillah dengan lancar, tepat di tanggal 24 Juli 2013, Alhamdulillah semua urusan akademik dapat terselesaikan tinggal menunggu status lulus di SIAK-NG untuk bisa mendaftar yudisium dan wisuda :D

Revisi skripsi bisa saya bilang lancar meskipun masalah penulisan cukup membuat saya desperado karena harus mengikuti berbagai pengaturan. Pasca revisi skripsi, ada syarat tambahan nih untuk lulus dari Departemen Manajemen, FEUI, yaitu membuat naskah ringkas atau jurnal. Seperti ini hasilnya : Jurnal Skripsi_MSDM FEUI_Alia Noor Anoviar_2013

Sudah selesai, mari ke tahapan selanjutnya yaitu print hardcopy skripsi dijilid hard cover. Lumayan banget menguras kantong, kalau ditotal saya habis sekitar 500-an ribu untuk 4 skripsi hard cover dan 3 skripsi soft cover plus 3 CD (2 CD skripsi dan 1 CD naskah ringkas). Jangan lupa siapkan foto hitam putih 6x6 buat ijazah 2 lembar, print IDM, juga kartu perpus bagi yang memiliki untuk dikembalikan.

Kalau tahapan sebelumnya sudah dilaksanakan bisa ke tahapan lainnya nih :

Pertama, datang ke Perpustakaan Pusat UI untuk menyerahkan 1 hard cover skripsi. Jangan lupa melakukan upload online dulu ya di Upload Online Skripsi & Naskah Ringkas UI Kalau sudah bakal dapat formulir seperti di atas untuk selanjutnya dibawa buat mendapatkan SKBPP.
Inilah yang namanya SKBPP. Pastikan semua pinjaman buku sudah dikembalikan ya, dendanya lumayan lho sebulan 30.000 kalau nggak salah buat satu buku, kalau hilang jelas harus mengganti. So, mending kalau pinjam balikin tepat waktu biar hemat :3

Selanjutnya ke Perpustakaan FEUI buat menyerahkan 1 hard cover skripsi dan 1 CD skripsi. Pada lembar orisinalitas skripsi jangan lupa diberikan materai 6000 ya :D 
Udah beres semua, seperti di langkah ke-2 di atas, ambil surat keterangan bebas pinjam pustaka di perpus FEUI. Nah kalau sudah dapat semua maka kalian akan mengantongi 4 surat.

Setelah itu, ke Departemen Manajemen FEUI untuk menyerahkan 1 CD Skripsi dan 1 CD Naskah Ringkas. Sudah semua Alhamdulillah tinggal menyerahkan 4 lembar surat ke Biro Pendidikan FEUI. Selanjutnya tinggal menunggu pendaftaran yudisium dan wisuda, yeayyyy!

Jakarta, 28 Juli 2013
Sedang mempersiapkan kehidupan pasca kampus :)



Buka Puasa Bersama Dreamdelion Manggarai, 21 Juli 2013

Buat yang mau tau keseruan buka puasa bersama Dreamdelion bisa lihat album ini yaaa :) https://www.facebook.com/fida.eriteria.1/media_set?set=a.10201087310098983.1073741826.1655527534&type=3 atau bisa juga ke album https://www.facebook.com/rhesa.egmond/media_set?set=a.10200761715623679.1073741833.1186154814&type=3


20130727

"Berkah Ramadhan" Puncak Simun, Cianjur - 27 Juli 2013

Sabtu, 27 Juli 2013, banyak hal menyenangkan sekaligus menghebohkan di hari itu. Hahaha... Nggak bisa nahan ketawa kalau inget kemaren berbagai jenis keteledoran terjadi cuma gara-gara HP rusak semalam, baiklah :3

Sekitar pukul 08.00 pagi saya berangkat dari Dukuh Tamini, rumah tante, menuju Manggarai untuk bertemu Iik menyerahkan copy transkrip dan Euis yang akan berangkat bersama saya ke Puncak Simun, Cianjur. Naik busway 2 kali transit, dari Pinang Ranti-Kuningan Barat-Halimun-Manggarai begitu. Untung aja jalanan pagi cukup lengang, sabtu kali ya jadi no macet yang sering bikin penghuni Jakarta desperado hahaha...

Dari Halte Busway Manggarai, saya sama Euis naik bajaj ke Jl Minangkabau yang sebenarnya nggak jauh-jauh banget dari situ. Eh udah sampai, kok sepi banget ya? Saya langsung menghubungi Bu Desi, sekertaris Bunda Rini yang mengajak kami dari Dreamdelion untuk ikut acara 'Berkah Ramadhan' ke Puncak Simun.

Euis & Me!
Mulailah cerita keteledoran jilid pertama hari itu dimulai, ternyata kumpulnya di Pasar Minggu rumah Bunda Rini bukan di kantor Manggarai, nah akhirnya kita berdua naik taksi ke Stasiun Manggarai lalu naik kereta ke Pasar Minggu Lama, dilanjutkan dengan Ojek ke rumah Bunda. Fyuh... lumayanlah ya puasa-puasa begitu muter-muter di pagi hari yang belum genap menyentuh jam 10 pagi.

Sampai di rumah Bunda, Alhamdulillah bisa leyeh-leyeh sampai sekitar jam 11-an baru berangkat ke Puncak Simun. Sekitar 3 jam perjalanan, tercium hawa segar pegunungan, terasa jalanan terjal bebatuan, dan terlihat orang-orang dengan pakaian khas pedesaan.

Acara hari itu akan dimulai jam 4 sore, berkumpul sekitar 700 warga dari 3 Desa sekitar Puncak Simun, Cianjur. Random-nya saya tiba-tiba disuruh nge-MC sama Bunda, ini pengalaman pertama nge-MC, sebelumnya nggak pernah nge-MC atau nge-moderator biasanya jadi pembicara terima beres aja semuanya based on TOR gitu.

Pengalaman super random nge-MC tanpa TOR dan dikasih tau sejam sebelum acara :3

Suasananya semarak banget, melihat banyak orang baru dari yang masih bayi sampai yang udah jompo :D

Nah di tempat duduk depan ini adik-adik SMP binaan Yayasan Tunas Bangsa di Puncak Simun.
Acara hari itu adalah tausyiah Ustad Ali Agus tentang "Indahnya Berbagi", lalu ada seorang Hafiz bernama Mas Muhammad Urfan yang membaca Al Qur'an, Tilawah dari Ade Fitroh dan Agung yang merupakan dua siswa SMP Yayasan Tunas Bangsa.

Tilawah dari Ade Fitroh dan Agung :)

Ustad Ali Agus berbagi tentang 'Indahnya Berbagi" bersama warga Puncak Simun

Bunda Rini membacakan doa :D
Muhammad Urfan, seorang Hafiz yang datang juga pada acara tersebut.
Suasana menjadi gaduh saat pembagian tajil, dan disini saya belajar banyak tentang budaya tidak jujur dalam kalangan masyarakat di Indonesia. Bagaimana beberapa orang mengambil lebih dari satu tajil, sementara beberapa orang lainnya tidak kebagian. Bagaimana masyarakat menengah ke bawah memperebutkan tajil (kolak dan gorengan) yang nilainya mungkin tidak seberapa bagi kalangan menengah ke atas, tapi saya jadi tau seberapa valuable sesuatu bagi seseorang yang memang membutuhkan.

Tajil ^^
Suasana semakin (menjadi) ricuh, lalu kami sebagai panitia berusaha mengembalikan masyarakat ke tempat duduknya. Membagikan makanan berisi ayam bakar, dan lagi-lagi ada yang mengambil lebih dari satu padahal sudah dibilang satu per orang, anak-anak kecil yang sudah mengantri lalu kembali mengantri menunjukkan bagaimana anak-anak sudah berperilaku tidak jujur dan tidak disiplin. Lalu saya bertanya kepada Bunda, mengapa mereka berperilaku seperti itu ternyata jawabannya adalah sangat jarang mereka bisa makan dengan ayam. Selain tingkat pendidikan yang rendah, masyarakat nya juga bisa dibilang pemalas dan manja. Then, apa yang harus diubah? Karakter dan pola pikir. Menuju pertanyaan selanjutnya, siapa yang berkewajiban mengubahnya? Tentu ini tanggung jawab bersama, KITA SEMUA, karena pemerintah terbukti tidak mampu memelihara orang miskin dan anak terlantar sebagaimana layaknya sesuai amanah konstitusi.

Bersyukur saya dipertemukan  dengan mereka semua hari ini, baik Bunda Rini dan keluarga serta masyarakat Puncak Simun. Belajar tentang banyak hal, terutama arti syukur atas segala nikmat yang Allah telah berikan kepada saya secara pribadi selama ini.

Jakarta, 28 Juli 2013

20130726

Menuju Wisuda UI #Bagian2

Dear Hanifiah n Anton Junior, tahun depan giliran kalian yaaa adek-adek!!!

Sistaaa Beta Golda Nisa, makasih buat kedatangan dari awal sampai akhir :D
Thank you so much for your support :)

My Lil Sista, Hiraaaa maacih Grabear-nya buat dosen-dosen aku yaaa :)

Ka farah, Igel, Fay, dan Sophaaaa maacih semua udah datang hiks terharuuu!

Dosen pembimbing dan dosen penguji yang tidak akan pernah terlupakan :*



31 Mei 2013
Alhamdulillah hari itu sidang skripsi, hal yang saya tunggu-tunggu selama 1 tahun hahahaaa bisa lulus tepat waktu juga +_+ Terima kasih untuk Bu Riani Rachmawati (pembimbing), serta Bu Yanki Hartijasti dan Bu Fanny Martdianty (penguji), juga teman-teman yang datang dan kasih support hari itu yaaa maaf belum bisa upload semua --- foto tercecer hahahaaa soon, I will upload all :) 

Bagaimana Cara Mendapatkan Beasiswa Semasa Kuliah?

Halo teman-teman saya mau berbagi sedikit tentang pengalaman saya dulu mendapatkan beasiswa, siapa tau ada teman-teman khususnya mahasiswa baru yang membutuhkan informasi ini :) Nah prolog dulu ya, jadi dulu saat saya diterima di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia melalui jalur PPKB yang menjadi salah satu kekhawatiran saya adalah besaran biaya yang harus saya bayarkan setiap semesternya dan uang pangkal. Saya yang benar-benar cupu ketika itu dan tidak punya informasi memadai merasa gengsi jika harus merepotkan orangtua karena Alhamdulillah sejak kelas 2 SMA saya berusaha bisa mencukupi kebutuhan sekolah dari hasil hadiah kompetisi-kompetisi yang saya ikuti, lumayanlah untuk SPP, uang buku, dan uang jajan sudah bisa mandiri.

Waktu jaman OKK UI - Jaman Maba :p
Saya mengajukan BOP-B ketika masuk dulu, berbekal piagam-piagam dan berbagai persyaratan yang saya penuhi. Teman-teman mendapatkan BOP-B saya yakin bukan hanya karena aspek orangtua kita tidak mampu, namun juga bisa didukung dengan hal-hal lain seperti prestasi kita semasa SMA mungkin atau jika teman-teman memiliki masalah lainnya saya yakin bisa menjadi pertimbangan mendapatkan biaya yang lebih murah. Setelah mendapatkan ketentuan besaran BOP-B, saya melakukan banding, Alhamdulillah dari Rp 15.700.000 saya hanya membayar Rp 2.500.000 dan setiap bulannya asrama hanya Rp 160.000.

Nah Alhamdulillah persoalan biaya kuliah sudah teringankan, selanjutnya saya berpikir bagaimana dengan biaya hidup selama di Depok yang saya bisa bilang bisa 2-3 kali lipat daripada di Jember. Saya mencoba mencari-cari beberapa beasiswa, saya klik dengan 2 beasiswa dari 2 perusahaan yang pasti kalau disebut akan sangat mudah dikenali. Alhamdulillah saya lolos di ke-2 beasiswa tersebut, namun tentunya saya harus memilih. Dengan menimbang semua konsekuensi dari kedua beasiswa tersebut akhirnya saya memilih salah satunya. Alhamdulillah lagi beasiswa ini memberikan biaya hidup per bulan Rp 1.000.000 dan di tahun ke-4 saya kuliah naik menjadi Rp 1.150.000 dan biaya kuliah ditanggung penuh jadi saya tetap membayar Rp 5.000.000 per semester tanpa pengurangan sebagaimana pengaturan BOP-B diawalnya, juga ada pelatihan rutin tiap tahun juga lho plus kesempatan magang. Beasiswa itu bernama Beasiswa Unggulan CIMB Niaga, kerjasama Dikti dan Bank CIMB Niaga.

Bismillah... saya coba ceritakan bagaimana tahapan-tahapannya di masa saya, mungkin mengalami beberapa perubahan tapi semoga bisa memberikan gambaran kepada teman-teman yang membutuhkan beasiswa :

1. Tahap Administrasi : Tahapan ini pasti akan ada pada setiap beasiswa, biasanya kalau standar aja kalian harus kirimin CV, nih CV kalian harus 'menjual' ya jadi sejak SMA harus udah aktif dalam organisasi, kepanitiaan, maupun kompetisi. Itu bakal bantu banyak kalian di masa-masa awal kuliah terutama yang pengen dapetin beasiswa, oiya attach bukti-bukti berupa piagam atau sertifikatnya. Nah dulu saya juga disuruh membuat makalah tentang pemberdayaan daerah, saya mengangkat pemberdayaan petani kopi dan kakao di Jember.

2. Tahap tes tulis : Setelah lolos pada tahap administrasi biasanya akan dihubungi melalui telpon, surat pemberitahuan email, atau bisa juga lewat pihak universitas-nya. Saya dulu dihubungi lewat universitas dengan surat fax. Pada tahapan ini biasanya ada tes bahasa inggris dan tes potensi akademik (TPA) juga bisa ada psikotest-nya.

3. Tahap wawancara : Pada tahapan wawancara setelah lolos dari tahap tes tulis, umumnya seorang interviewee dihadapkan pada 2 interviewers. Yang penting disini jujur aja dan pertanyaannya akan seputar CV yang kalian kirim. Nah teman-teman harus mengungkapkan kompetensi dan competitive advantage yang kalian miliki jadi balik lagi pentingnya keaktifan selama masa SMA atau jika beasiswa ini bukan bersifat dari awal semester maka sebaiknya teman-teman lebih fokus menceritakan keaktifan selama masa-masa kuliah. Jadi udah paham apa kuncinya? AKTIF yang POSITIF!

4. Tahap Re-Check : Kalau udah masuk tahapan ini ya seengaknya 90% potensi diterimalah, tergantung kalau ketahuan data-datanya palsu maka kalian jelas tidak akan mendapatkan beasiswanya jadi JUJUR please!

5. Tahap Tanda Tangan Kontrak : Alhamdulillah ya akhirnya mendapatkan beasiswanya, nah baca baik-baik kontraknya jika ada pasal yang tidak sesuai dengan diri kalian maka saya menganjurkan lebih baik mencari beasiswa lainnya, insyaAllah pintu rezeki itu banyak tergantung kita berusaha, berdoa, lalu bertawakal.

Teman-teman yang sedang berjuang mendapatkan beasiswa, ketika gagal itu artinya ada hal lain yang lebih baik untuk kalian dan jika berhasil maka manfaatkan beasiswa tersebut untuk benar-benar menunjang kegiatan akademis dan menunjang kalian untuk semakin berprestasi dalam banyak hal. Oiya kalau udah dapat beasiswa juga, artinya kalian diberikan kesempatan lebih melakukan banyak hal dibandingkan yang belum mendapatkan jadi optimalkan potensi kalian.

Lalu bagaimana jika selalu gagal mendapatkan beasiswa? Ada lho beberapa teman saya yang menceritakan hal seperti itu, tenang-tenang nih saya ada beberapa tips untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup selama masa kuliah secara mandiri, check it out!

1. Bekerja sebagai pengajar, coba daftarkan diri kalian pada bimbingan belajar terdekat. Kalau di UI itu sering dipasang pengumuman lowongan kerja sebagai pengajar bimbel, atau kalian coba tanya-tanya siapa dosen atau kolega teman-teman yang membutuhkan pengajar untuk anaknya. Saya pernah mengajar anak dua dosen yang masih SD, lumayan banget lho seminggu dua kali kalau dua orang siswa aja dalam satu bulan bisa mengantongi Rp 800.000 s/d 1.000.000. Satu kali mengajar durasinya 1,5-2 jam tergantung permintaan klien.

2. Bekerja sebagai SPG, ini fee-nya lebih besar tapi waktu yang dibutuhkan juga lebih banyak biasanya Rp 200.000/shift sekitar 6 jam. Saya pernah jadi semacam SPG bank dan produk sabun herbal, tenang teman-teman yang berjilbab tetap bisa pakai jilbab kok jadi jangan khawatir dan bajunya juga berseragam tinggal pilih saja yang tidak ketat.

3. Bekerja sebagai asisten peneliti atau asisten dosen, nih secara fee lebih besar daripada kedua pilihan di atas dan secara waktu juga lebih enak kalau pengalaman saya ya, mana dapat koneksi atau jaringan dengan dosen. Tapi besaran fee juga tergantung dosennya, proyeknya apa, terus besaran tugas kita. Saya pernah beberapa kali terlibat penelitian dosen, lumayan banget kalau saya hitung waktu efektif kerjanya hanya sebulan dapatnya sekitar Rp 4.500.000 bersih. Cuma tentu kualifikasi dan kompetensi kalian harus match sama kebutuhan dosen maupun proyek penelitiannya.

4. Berwirausaha - ini high risk high return. Banyak teman-teman yang berwirausaha di sekitar saya, saya sendiri baru mencoba di tahun ke-3 kuliah tapi formatnya bisnis sosial, secara uang memang hampir atau jarang menerima tapi secara jaringan W.O.W. bangetlah keluar kuliah dapat beberapa penawaran kerja yang sesuai sama keinginan saya.

5. Ikut kompetisi - kayak balik lagi ke jaman SMA saya nih, nah banyak banget kompetisi esai ilmiah sampai business plan. Alhamdulillah kalau ditelateni maka satu bulan bisa minimal memenangkan satu kompetisi dan tiap kompetisi biasanya range hadiahnya Rp 500.000 s/d 3.500.000 per orang - asumsi kompetisi dalam team.

Banyak ya ternyata alternatif selain beasiswa? Yappp jadi jangan limitasi kemampuan kalian hanya karena biaya! Ayooo ayooo bersemangat ya, semangat berjuang!


Salam CINTA
(Commitment, Integrity, Natural, Target, and Action)

Jakarta, 26 Juli 2013