20140113

Hujan #SejenakDiam #7

Hujan terus turun tanpa henti, dari malam ke pagi, bahkan menjelang siang pun tidak juga reda. Aku selalu suka dengan hujan karena hujan selalu mengingatkanku pada rasa nyaman dan kedamaian. Dulu saat aku masih kecil, aku selalu meminta ijin pada ibu untuk bermain hujan, selesai bermain hujan aku dan teman-teman bermain di kolam kecil depan rumah yang sebenarnya untuk kolam ikan. Dasar anak-anak!

Selain membawa rasa nyaman dan kedamaian, hujan juga mengingatkanku pada kemandirian. Sejak lulus dari sekolah dasar aku sebisa mungkin tidak merepotkan orangtua. Semua hal aku kerjakan sendiri, tentu bukan karena mau mengerjakannya sendiri tapi memang karena tuntutan hidup yang membuat aku harus hidup sendirian. Sekalipun hujan deras, aku selalu usahakan sampai rumah tepat waktu seusai sekolah. Aku tidak pernah peduli terhadap hujan, “hujannya kan air, jadi nggak perlu takut…” kataku selalu kepada teman-teman jika mereka menahanku untuk pulang karena hujan. Saat hujan, aku jadi tau bagaimana mereka yang ada di jalan berusaha mengejar waktu hingga tidak memperhatikan sekelilingnya.

Aku suka dengan hujan, karena hujan mengingatkanku pada sosok anak-anak payung. Ya aku memanggil anak-anak yang menawarkan jasa payung jika sedang hujan. Sekalipun membawa payung, aku suka menggunakan jasa mereka – anak-anak payung. Karena mereka membuatku sadar bahwa mempertahankan hidup itu adalah tentang seberapa keras kita mau berjuang. Aku sangat suka berbincang tentang mereka, ada yang menjadi anak-anak payung karena suruhan orangtua, ada yang menjadi anak payung karena untuk jajan, dan ada juga yang menjadi anak payung karena tuntutan hidup.


Hujan… Hujan membuatku selalu dapat tidur lelap, ya aku suka hujan karena hujan mengingatkanku pada sosok ibu dan bapak yang selalu memberikan rasa nyaman dan kedamain, mengajarkanku tentang kerja keras dan berjuang, dan membuat aku menjadi semandiri sekarang. Aku suka hujan, karena setelahnya mungkin akan muncul pelangi yang berwarna-warni, bukti bahwa dunia ini tidak hanya mengenal hitam dan putih.  

Karawaci, 11 Januari 2014

No comments: