20111219

Behind The Scene of Occupy Wall Street

Oleh : Alia Noor Anoviar
Dibuat untuk Tugas Esai Mata Kuliah Hubungan Industrial  

Occupy Wall Street (OWS) atau pendudukan di Wall Street merupakan gerakan para aktivis Amerika Serikat (AS) yang mengecam keserakahan dan kapitalisasi dalam kebijakan keuangan, namun tergolong dalam protes non kekerasan, yang terjadi di negara adidaya dan adikuasa tersebut yang dimulai pada 17 September 2011 di Zuccoti Park, New York. Wall Street merupakan bursa efek di AS. Protes berawal dari dana talangan dari Wall Street kepada perusahaan-perusahaan besar di AS yang memberikan keuntungan pada kelompok kelompok tertentu, tidak dirasakan keseluruhan masyarakat AS. Justru utang-utang korporasi besar tersebut telah membelit AS sehingga berujung pada krisis global 2009 karena adanya subprime mortgage dimana ada kegagalan bayar dalam kredit perumahan. Ketidakadilan kesejahteraan, pengaruh korporasi dari pemerintahan, populisme, dan demokrasi sosial menjadi landasan dari gerakan OWS.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di AS seharusnya berdampak pada meningkatnya tingkat kesejahteraan dengan daya beli yang pasti juga meningkat. Namun nyatanya, para aktivis OWS berpendapat bahwa hanya 1 persen masyarakat AS yang hidup kaya raya, sementara 99 persen sisanya hidup dengan kondisi bertolak belakang. Artinya, aktivis OWS merepresentasikan 99 persen rakyat AS yang mengalami ketidakadilan dalam pertumbuhan ekonomi karena distribusi kesejahteraan yang tidak merata serta masuk dalam golongan yang termarginalkan. Sistem ekonomi liberal di AS sebenarnya bukan menjadi pokok permasalahan OWS, krisis global 2009 yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga merasa mengalami ketidakadilan kesejahteraan merupakan pokok permasalahan dalam OWS, juga adanya kesejangan pendapatan.
 
Sejak Oktober 2012, para aktivis OWS mendirikan perkemahan di sekitar wilayah bisnis Wall Street. Tidak hanya di New York, aksi menjalar di berbagai daerah seperti Alburquerque, Boston, Los Angeles, dan berbagai daerah lainnya. Pemerintah Amerika tentu tidak tinggal diam untuk membungkam para aktivis OWS, misalnya penahanan 13 aktivis OWS oleh polisi di Orlando dan San Diego karena pelarangan pendirian tenda (6 Desember 2011) dan 31 aktivis OWS mendekam di kepolisian Washington (4 Desember 2011). Survei yang dilakukan Associated Press pada November 2011, menunjukkan bahwa sedikitnya US$ 13 juta telah dihabiskan untuk membayar bermacam-macam ongkos, di antaranya insentif lembur polisi dan biaya pembenahan kota. Meskipun membebani anggaran AS, aksi aktivis OWS terbukti menginspirasi 82 negara untuk melakukan aksi serupa guna menanggapi ketidakadilan antara kaum proletar dan kaum kapitalis. Rakyat Indonesia berpotensi melakukan gerakan semacam OWS akibat kesenjangan ekonomi dalam pendapatan yang terjadi sejak era 1980-an serta adanya ketimpangan pembangunan antar daerah, juga merebaknya kasus korupsi yang menjadikan gerakan serupa terjadi di Indonesia.

Daftar Pustaka :



20111212

Industrial relation practices in the private and public sector in Malaysia

Depok, November 22, 2011.
Lecture        : Associate Professor Dr Balakrishnan Parasuraman

For the introduction, Mr Balakrishnan told us if we must know what we do in the organization. The important thing in industrial relationship is about make a good top-down communication. For winning the competition in the globalization era, we must different and make a good team.
Actually industrial organization have the same theories, but different in practices in many countries. HR Managers especially must be understand about theories in industrial relationship because it can guide them to solve the problem. Industrial relationship become an important issues today because it manage about people that sometimes have different interest with organization.

Employers have believe if wage is a cost – unitarism (Taylor, 1965), but employee’s believe is wage is a design life – pluralism (Allan, 1969). So we need colaborative bargaining in industrial relationship today.  HR Managers must maintain the harmony in the organization. They must make the union understand the condition of organization. If the union can’t understand, so the organization can close the plant in the certain area. But who will be not suffer? The employee not the union.

In Malaysia, Kerajaan is a government. Kerajaan make the act and the state make the rule. Government represented by Ministry of Human Resource. 14 state have each department of labour and have branch office of department labor; The Department of Trade Union Affairs, and The Department of industrial relations.

About trade union divide by 3 categories. (1) National union that have different law in Penincular Malaysia, Sabah, and Sarawak. (2) In House Union in the corporation level. In Malaysia, national union can’t interrupt the house union, but can give recommendation to house union. House union have low bargaining position. (3) Public Sector Union, such as civil service, statutory bodies, and local.

Only 7% of the total workforce in Malaysia cover by a collective agreement. 93 % not covered in Malaysia. So there is National consultative wage consul that has the role to protect 93% of worker that not protect because minimum wage for employee in private sector only to help worker to establish. Every three year will revise CA in Malaysia, but in Indonesia it will revise every two years.

Limitation of industrial relationship in private sector is the management preogative. Domestic inquiry needed to fighting that limitation. In public sector no CA/CB. Only lower management in public sector can follow union. But upper management can’t follow union. For the closing in  this meeting, Mr Balakrishnan said if today’s problem is not about wage, but about security (k3).
Thank you sir for the inspiring meeting in our Industrial Relationship’s Class.
Best Regards, Alia Noor Anoviar.

20111202

Behind A Great Woman, There is Always A Great Man

Biasanya kita mendengar sebuah untaian kata yang benar-benar menerbangkan atau mengagungkan derajat perempuan. "Behind A Great Man, There is Always A Great Woman", saya mengamini kalimat tersebut namun saya juga mempercayai bahwa "Behind A Great Woman, There is Always A Great Man".

Pria dan wanita menurut saya diciptakan oleh Tuhan untuk saling mengisi. Menyempurnakan celah-celah yang sebelumnya kosong. Bukan hanya wanita yang menyemangati pria saat jatuh, bukan hanya wanita yang mengisi hari-hari seorang pria, bukan pula hanya wanita yang bisa membuat pria merasa lebih hebat daripada sebelumnya.Pria pun bisa... bukankah ini jaman emansipasi? Yang menjadikan batas-batas kemampuan antara pria dan wanita menjadi tidak kentara.

Ungkapan 'Behind A Great Woman, There is Always A Great Man' tentu bukan sebuah retorika yang sengaja saya ciptakan melalui tulisan sederhana ini. Bukan!!! Ini sebuah kenyataan. 

Bayangkan saja bagaimana seorang wanita karir yang juga harus mengurus rumah tangganya, terutama anak-anaknya. Tidak mungkin bisa bertahan tanpa dukungan pria yang memposisikan diri sebagai suami yang baik, saling berbagi tugas, dan memberikan dukungan penuh bagi sang wanita untuk terus berkarir mengejar mimpi.

Bayangkan juga jika seorang mahasiswi yang notabene adalah wanita, menjadi seseorang yang aktif di kampusnya. Tapi di satu sisi dia memiliki seseorang yang seharusnya memiliki hak lebih atas dirinya atau lebih sering disebut 'pacar'. Tanpa dukungan sang pria yang tidak banyak menuntut waktu bersama, tanpa tuntutan sang pria untuk menjadikan wanitanya biasa-biasa saja, tentu sang mahasiswi akan lebih bersemangat menjalani hari-harinya dan semakin terpacu untuk terus mengejar mimpi-mimpi.

Ya... karena selalu ada pria yang hebat di belakang perempuan yang hebat. Pria itu hebat lhoooo... mereka harus memahami wanita yang kerap kali memiliki egoisme untuk dipahami, meskipun wanita sendiri kerap tidak mau memahami pria saat mereka membutuhkannya. Pria itu sekali lagi, hebat lho!!! Mereka bisa menumbuhkan semangat dan menggobarkan optimisme untuk mengejar impian wanita. Dan pasti apapun ungkapannya, wanita dan pria ada untuk saling berbagi dan mengisi. Pasangan yang baik adalah yang saling memahami dan bisa menjadikan pasangannya menjadi sosok yang hebat... Saling menghebatkan :)


"Behind A Great Woman, There is A Great Man" and "Behind A Great Man, There is A Great Woman"

Ultimatum Diri Sendiri

Mungkin ini adalah sebuah titik dimana aku sangat malas belajar, malasssssssssssss banget :( Nggak tau kenapa malasnya nggak bisa dicegah, lebih suka tidur sepulang kampus. Di kampus pun menjadi ogah membuka buku, lebih suka ngobrol sama temen. Kalau lagi nggak males bukannya belajar, tapi malah buka laptop dan bikin-bikin tulisan. Ya Tuhan... Apa ini?

Binggung mau cerita sama siapa karena nggak ada yang percaya waktu aku bilang males belajar. Tapi beneran deh aku lagi males banget belajar... 4 paper tugas akhir belum satu pun tersentuh. Persiapan UAS itu NOL. Tuhan Tuhan Tuhan... Dulu niat awalnya cuma mau keluar dari zona nyaman, ini nih salahnya : Keluar dari Zona Nyaman dengan menciptakan Zona Nyaman lainnya.

Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh belum pernah rasanya dari SD sampai kuliah tingkat dua kayak gini. Semester 5 ini namanya starting POINT yang benar-benar bikin kaki dikepala dan kepala dikaki.

Ini salah siapa? Ya salah aku pastinya, terlalu terhanyut dalam pujian lalu ditenggelamkan dalam tulisan-tulisan. Okay Let's make BEST DECISION : Mulai tanggal 10 Desember 2011 aku bakal ninggalin dunia kompetisi sementara sampai UAS buat mempersiapkan UAS. Awas aja kalo IP dan IPK sampai turun... Kamu bakal liat senyum orang-orang terdekat yang nggak kayak biasanya kalau kamu nggak punya prioritas!!! Make your priority!!! First... Second... Third... etc...

CATAT ya VIA!!!

*Membuat ultimatum untuk diri sendiri itu sebenarnya menyiksa*

20111201

Senyum Dong Kak...

“Kakak, kakak lihat nggak awan di langit sana? Kayak ada bibirnya ya kak, tapi jelek kak itu awannya cemberut kak...”
“Yang mana?”
“Itu lho kakak, di sebelah sana. Masa nggak lihat kak?” Bocah lima tahun itu menunjuk sesuatu dengan antusiasnya, sementara sang kakak masih binggung mencari arah telunjuk adiknya.
Masih mencari sambil bergumam, “idih nggak ada...”
“Ini kak.” Tiba-tiba telunjuk sang adik menyentuh bibir kakaknya. “Kenapa kakak cemberut?”
Sontak sang kakak terkejut lalu mengembangkan senyumnya, “ih adekkkkk...”
“Kakak kenapa cemberut? Kalau cemberut itu nggak cakep lho kak. Teddy bear aja senyum, kakak kalah ah sama si teddy.”
Si kakak masih menatap bocah berkucir dua dengan rambut keriting itu, “kakak nggak cemberut, nih kakak senyum.” Sambil mengembangkan senyum hingga terlihat lesung pipitnya.
“Kakak bohong, itu senyum kakak bohong. Kakak senyum itu dari hati kak, nih kayak adek... Lihat deh kak.” Menawarkan senyum termanisnya.
“Hahahahhahahhhaaaaaa...”
“Nah itu baruuuu bener kakak. Masa tadi bibir kakak kayak mobil papa yang mogok, ntar dibawa ke bengkel baru bisa jalan.” Masih dengan polosnya.

*Nah teman-teman cemberut itu jelek. Senyum itu cakep. Anak-anak aja tau, masa orang dewasa harus dikasih tau. Yang lagi bertengkar sama teman cepat baikan yaaa, wajar lho kalau sesama teman saling melakukan kesalahan, mungkin aja itu becanda ajaaa yang sedikit berlebihan atau kalian yang lagi sensitif jadi yang biasa jadi luar biasa. Yang lagi ngambek sama orangtua atau teman dekat, hayoooo cepet maaf-maafan yaaa... kalau jauh ntar jadi kangen lho, kalo deket aja jaim terus milih cari-cari masalah kecil. Yang lagi ada masalah sama dosen atau orang-orang terdekat, segera diselesaikan yaaa tenang tenang tenang, setiap masalah ada jalan keluarnya. Hehe... lagi sering ngelihat orang dengan wajah cemberut, status-status yang merepresentasikan muka cemberut, semoga nggak cemberut lagi. Senyum Dong Kak...

20111123

Penetapan UMP DKI Jakarta, Apakah Sarat Kepentingan Politik?

 Oleh : Alia Noor Anoviar
Dibuat untuk Tugas Hubungan Industrial

Mekanisme tripartit (Pemerintah, Serikat Buruh, dan Pengusaha) dalam penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2012 DKI Jakarta disepakati sebesar UMP Rp 1.529.000 atau sama dengan 102 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dibandingkan UMP DKI tahun 2011 yang hanya 84 persen dari KHL atau Rp 1.290.000. Artinya, Dewan Pengupahan DKI meloloskan tuntutan buruh atas UMP DKI Jakarta. 

Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan Dewan Pengupahan DKI menuruti permintaan buruh adalah sebagai berikut. (1) Ancaman mogok massal yang akan digelar pada 25 November 2011 dengan menutup Tol Cilincing, Tol Bekasi dan beberapa sarana transportasi umum seperti bus Trans Jakarta, KRL, dan Pelabuhan Tanjung Priok. (2) perubahan terjadi karena menyesuaikan dengan nilai UMP di daerah mitra seperti Kota Depok 2012 sebesar Rp1.453.875, Kabupaten Bekasi 2012 senilai Rp1.491.866 dan Kota Bekasi 2012 senilai Rp1.422.252. Namun perubahan usulan tersebut akan dikirimkan ke tim perekonomian Pemprov DKI Jakarta untuk dibahas kembali sebelum ditetapkan oleh Gubernur.

Buruh tentu lega dengan keputusan Dewan Pengupahan DKI, lalu bagaimana dengan pengusaha? Tentu saja kalangan pengusaha Jakarta yang diwakili oleh Apindo menilai UMP 2012 akan mengganggu iklim berusaha di Jakarta. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia DKI Jakarta Soeprayitno menyatakan bahwa UMP seharusnya ditetapkan bukan hanya berdasarkan ancaman buruh, namun berdasarkan beberapa aspek yang meliputi tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi, angka kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja serta kinerja umumnya perusahaan. Efek negatif dari penetapan UMP 2012 sebesar  Rp 1.529.000 adalah perusahaan menjadi terbebani oleh biaya upah yang terlalu tinggi sehingga tidak bisa memberi insentif untuk karyawannya, atau terpaksa menekan volume produksi, dan bahkan stop produksi sehingga justru meningkatkan jumlah pengangguran DKI Jakarta.

Menurut saya, sebuah kebijakan tentu memiliki dampak positif dan dampak negatif, terutama kebijakan UMP yang menyangkut kepentingan berbagai pihak. Penetapan UMP DKI Jakarta seperti sarat dengan kepentingan politik karena akan datangnya masa pemilihan gubernur dimana Fauzi Bowo selaku gubernur DKI Jakarta tentu akan maju lagi sebagai incumbent. Buruh sebagai kalangan pemilih mayoritas tentu akan memiliki kecenderung memilih atau tidak memilih kembali dengan salah satu pertimbangan UMP 2012. Jika UMP 2012 ditekan di bawah ekspektasi buruh tentu buruh cenderung enggan memilih incumbent, namun jika UMP 2012 berhasil mencapai 102,9 persen dari KHL sesuai keinginan buruh tentu juga Fauzi Bowo memiliki jalan yang lebih lapang menuju kursi Gubernur DKI Jakarta setelah berakhirnya kepemimpinan Oktober 2012 nanti.


Sumber :

Hanya Sebuah Cerita Pendek Khususnya Buat Cewek


“Secangkir cinta teh manis itu diramu dari satu teabags kasih sayang, dua sendok gula perhatian, sebungkus cream kejujuran, dan diaduk dengan ketulusan. Selamat menikmati :)”

Sebuah hari menjelang jam delapan malam, di selasar kampus yang masih ramai dengan beberapa kepanitaan dan sepertinya sedang mengadakan evaluasi kegiatan. Hari ini, 22 November 2011, berbagai hiruk pikuk kegiatan sedang ramai mewarnai fakultasku. Sepertinya fakultas ‘Event Organizer (EO)’ memang lebih cocok disandang dibanding nama ‘Fakultas Ekonomi’.

Well, back to the main topic that I want to share from this simple writing. Tidak ada yang berbeda dengan malam ini sebenarnya, hanya seseorang yang sangat dekat denganku tampak sangat gelisah. Gelisah, galau, gundah... Kata-kata sejenis yang mampu merepresentasikan mimik mukanya yang terlihat sedikit aneh, tampak tak biasa, lesu.

“Kamu kenapa?” Akhirnya keluar juga pertanyaan yang sebenarnya sudah dari tadi ingin kutanyakan. Tapi ternyata jawabannya hanya senyum simpul ala kadarnya dengan muka yang masih berhiaskan kebinggungan. Lagi, aku memberanikan diri bertanya, ya setidaknya sekali lagi. “Nggak ada apa-apa kan?”

“Bentar...” Singkat, padat, jelas. Jawaban yang tidak cukup menjawab pertanyaan tapi kali ini sorot matanya mulai menandakan keberhasilan sebuah pencarian.

“Ada apa sih?”  Kepo juga rasanya.

Dua bola matanya sedikit berkaca. Bibirnya agak bergetar. Dan satu lagi tangannya sangat dingin saat kupegang.

“Aku mau pulang...”

“Tapi kenapa dulu?”

“Aku mau pulang sekarang!”


When a girl falling in love
Life likes a puzzle and Time likes a colour
Nobody can explain why her attitude changing
Nobody can explain why her smile shinning
But, everybody can explain why she is crying after that


“... Kamu masih inget nggak sama si itu tuh, itu... Yang aku ceritain beberapa akhir ini dengan antusiasnya. Dia balik lagi ke mantannya.” Akhirnya dia membuka percakapan.
Aku hanya mengulum senyum, tidak bisa tertawa. Sebenarnya ingin tertawa menertawakan, tapi seperti kurang etis... Nantilah kalau perasaannya sudah agak normal, aku akan tertawa untuk menertawakan kebodohannya.

Dia tampak tertunduk malu, “hampir saja aku meninggalkan sebongkah berlian untuk sekeping emas, hampir saja untuk kedua kalinya aku merelakan kesetiaan seseorang demi panggung sandiwara yang menawarkan retorika belaka, dan hampir saja... Hampir saja kebodohanku ini membuat kesalahan besar dalam hidup, salah memilih itu kan kesalahan terbesar seperti yang kamu bilang.”

Sekali lagi, aku memilih sikap menawarkan senyum seorang sahabat. Seolah tersenyum pada diri sendiri dan memposisikan diri menjadi seorang dia.

“Sebenarnya beberapa hari lalu aku jalan sama dia... Dan tadi di twitter aku lihat seseorang yang dia bilang mantannya itu nge-tweet sayang-sayangan gitu. Udah gitu nggak pernah aku bayangin ternyata mereka nobar coba, nobar pertandingan sepak bola Indonesia Vs Thailand. Nobar setelah gue sama dia jalan di hari yang sama, bagus banget kan?”

Aku tau dia memiliki feeling yang sangat kuat, ya semacam insting begitu. Hmmm mungkin lebih tepatnya seperti detektif atau mungkin jurnalis. Menurut dia, yang berbohong pasti gampang ketahuannya. Kan dunia itu nggak sempit lagi, bahkan gampang banget mengakses data pribadi orang lewat media sosial, apalagi twitter dan facebook yang jadi ajang tumpah perasaan.


How a boy can being an untrusted lover?
And how a girl can being a stupid lover?
A boy use his brain for get his love and use his brain to forget his love
A girl use her feeling for get her love, but use her brain and her feeling to forget her love


Kali ini aku mencoba mengulurkan sebuah pertanyaan, “apa beda lo sama dia?”

Dia menggelengkan kepala, tak mengerti atau pura-pura tak mengerti pertanyaanku yang sebenarnya sangat mudah dimengerti.

“Dia datang ke lo dan lo kasih lampu hijau buat dia ngedeketin lo. Lo tau dia masih in a relationship sama orang lain, tapi lo malah pakai nanya ke dia maksud status itu. Jelas aja dia bilang mereka udah putus tapi belum ganti status karena bla... bla... bla...”

Diam...

“Lo tau lagi ga beda dia sama lo apa? Atau emang kalian berdua sama aja sebenarnya?”
Kali ini dia sedikit memicingkan mata, meminta penjelasan.

“Lo sama orang yang dia anggap mantannya itu sama-sama cewek tapi lo nggak pernah mencoba memposisikan diri lo sebagai ‘mantan’ dia. Dan satu lagi, bukannya lo hampir ninggalin orang yang udah deket banget sama lo demi orang yang baru lo kenal dan atas nama kenyamanan lo menutup mata dan telinga, pura-pura cuek, pura-pura kayak anak kecil yang polos. Bener kan?”

Dia hanya tertunduk, malu mungkin. Lalu dengan pelan berkata, “ya, apa beda gue sama dia? Sama-sama nggak bisa membuat secangkir cinta teh manis... Sama-sama pakai dengkul bukan perasaan atau otak. What kind of stupid girl I’m.”


Just ask yourself about your needs
Don’t forget to ask yourself about your wants too
Sometimes we still confuse between needs and wants
Please ask yourself, what is your priority : needs or wants


Obrolan dengan seorang teman dekatku di malam yang mulai membayang ini menyadarkannya dan aku juga pastinya untuk menjaga hati karena hati bukan terminal dimana kamu bisa seenaknya datang-tunggu-daftar-dapat lalu pergi tanpa kesan, bahkan kadang justru pergi meninggalkan sayat-sayat di hati orang lain. Benar kan hati itu bukan terminal? Bukan juga mobil yang bisa berhenti di setiap terminal!!!

Dia yang memintaku untuk menceritakannya, berbagi cerita singkat yang mungkin bisa memberikan pembelajaran pada kawan-kawan. Pembelajaran tentang sebuah keputusan. Take it or Leave it, but make sure if you have right reason to make your decision. Use your brain and feeling in the same time, not only your brain or your feeling.

“Dan kalau aku harus memilih saat ini, aku memilih untuk pergi dan membiarkan dia kembali pada perasaannya yang lalu. Karena aku tidak mungkin menjalani perasaanku hari ini dengan orang yang masih memikirkan perasaannya bersama yang telah berlalu.” (An*)

20111114

Mungkin Aku...

Mungkin aku hanya titik-titik hujan...
Menetes sebentar lalu mereda
Tidak terlalu tampak namun tentu nyata
Sesuatu yang kerap mengharukan suasana

Karena juga mungkin aku adalah merpati...
Yang kerap kehilangan arah mencari sangkarnya
Yang terbang menenggelamkan diri dalam sunyi
Yang mencoba tak pernah mengingkari janji

Bukan, kiranya aku hanya gelas-gelas kaca
Begitu jatuh, remuk redam pecah tanpa sisa
Sedikit saja retak maka tak bisa lagi berguna
Dan ketika usang menjadi tak lagi punya harga

Namun aku yakin bahwa aku adalah khalifah
Ciptaan Tuhan yang memiliki makna
Menyimpan bukti kuasa Yang ESA
Anugerah bagi keluarga, tentu junjung tinggi agama

Dan biarkan aku menjadi diriku sendiri
Meski tak tampak, berusaha menampakkan diri
Meski kehilangan arah, selalu membawa kompas penenang hati
Meski telah usang kelak, tetap dicari dan dinanti

Depok, 14-11-2011. Pukul 20.11

20111113

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


Disabilitas dan Pandangan Masyarakat : Mengubah Disabilitas Menjadi Kapabilitas Luar Biasa


 “Pertama kali melihat mereka, saya berpikir mereka biasa saja dan tidak berbeda. Mereka sama dengan saya, anda, dan orang-orang di luar sana yang diberi kesempatan hidup oleh Tuhan. Hingga suatu waktu yang mengantarkan saya pada kesempatan untuk melihat kenyataan bahwa ternyata mereka memang berbeda, mereka memiliki sesuatu yang tidak kita miliki, hingga akhirnya mereka menjadi sumber inspirasi dalam hidup saya. Mengajarkan saya lebih menerima ‘kondisi apa adanya’ dan menciptakan ‘kondisi ada apanya’.

Dimas P. M. dan para kru UI Untuk Bangsa 2010

Sebuah kesempatan emas bagi saya mengenal sosok Dimas Prasetyo Muharram, saat menjadi salah satu panitia UI Untuk Bangsa dimana dia menjadi project officer-nya Sebenarnya bukan sekali dua kali bagi saya melihat sosok disabilitas yang mengenyam pendidikan dan berprestasi seperti yang sering saya saksikan di layar kaca ‘Kick Andy’. Saya mengenal sosoknya sebagai seseorang yang benar-benar luar biasa, setiap kali saya membuka milis atau grup facebook kepanitiaan selalu saja muncul Kak Dimas yang memberikan saran ini-itu terkait acara dan memberi semangat panitia. Hebatnya lagi Kak Dimas adalah sosok penulis yang tulisannya sudah dimuat di media massa seperti Sindo, sekaligus salah satu penggagas Kartunet.com.

 
Sejenak mengenal Kartunet.com, sebuah media sosial digital yang digagas oleh penyandang disabilitas penglihatan untuk memaksimalkan potensi, sekaligus menjadi saksi ukiran prestasi. Kartunet.com mampu membuktikan eksistensinya dengan mendapatkan dana hibah dari Cipta Media dalam kategori ‘Meretas Batas Kebhinekaan Bermedia’ dengan judul ‘Kartunet.com : Media Online Sosialisasi dan Pengembangan Komunitas Pemuda dengan Disabilitas.’ Dana tersebut ditujukan untuk pelaksanaan program-program sehingga dapat memberi manfaat bagi kemajuan kaum disabilitas. Tentu saja media sosialisasi Kartunet.com diharapkan mampu  berperan mengangkat isu-isu disabilitas untuk membentuk masyarakat inklusif, terutama menumbuhkan kesadaran dan pandangan yang positif dari masyarakat dalam memperlakukan penyandang disabilitas di Indonesia utamanya sesuai dengan tema Kontes Blog Semi SEO Disabilitas dan Pandangan Masyarakat yang diadakan oleh Kartunet.com.

Bu Mimi dan Bu Dwi dalam Kuliah Tamu Komunikasi Bisnis

Sosok penyandang disabilitas kedua yang menjadi inspirasi saya adalah Dra. V. L. Mimi Mariani Lusli, M.Si,M.A., seorang praktisi pendidikan dan konsultan disabilitas yang memiliki disabilitas dalam hal penglihatan, saat kuliah tamu Komunikasi Bisnis (Depok, 29/03/2011). Beliau mengutarakan sebuah pertanyaan, “Apa yang kalian rasakan saat melihat orang cacat?” Jawaban-jawaban dari mahasiswa sebagai masyarakat awam pun bermunculan, ada yang bilang ingin menolong, kasihan, hebat, merasa dirinya lebih beruntung, sedih, malu, dll. Beliau pun mulai menjelaskan secara teoritis dan praktis, pada kenyataannya, kecacatan dipahami sebagai handicap, impairment, dan disability. Pertama, handicap berarti kecacatan adalah suatu keterbatasan, namun nothing’s perfect berarti kita pun memiliki keterbatasan-keterbatasan. Kedua, impairment berarti kecacatan menggambarkan sesuatu yang rusak. Ketiga, disability artinya ada ketidakmampuan dalam diri seseorang. Maka disabilitas dianggap menjadi kata yang paling pantas untuk menggantikan kata ‘cacat’ yang kerap berkonotasi negatif dan terkesan kurang menghargai.


Indonesia bersama 154 negara lain menandatangani Convention on the Right of Person with Disability (Jenewa, 2007) sehingga memiliki tanggung jawab menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas masih terbatas di Indonesia dan hal ini berbeda dengan apa yang telah dilakukan diluar negeri dimana terdapat ’Layanan Disabilitas’. Masyarakat di Indonesia bahkan masih banyak yang bersikap acuh seperti saat penyandang disabilitas penglihat menyeberang jalan bukannya membantu tapi malah meneriaki dengan kalimat tidak etis seperti “Heh gak ngelihat ya?”, seperti yang dicontohkan Bu Mimi.


Saya sendiri pernah mengunjungi Pusat Kajian Disabilitas-UI di Fisip-UI, memang terbukti bahwa kesadaran dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas masih kurang, dibuktikan dengan animo masyarakat kampus saat dilakukan pelatihan untuk bagaimana memperlakukan penyandang disabilitas. Jika kita masih belum bisa menghargai penyandang disabilitas maka tanyakan pada diri sendiri, bagaimana saat kita berada pada posisi mereka yang terbatas dalam penglihatan, pendengaran, atau keterbatasan-keterbatasan lainnya?


“Setiap orang pasti unik karena diciptakan berbeda oleh Tuhan. Coba teman-teman bayangkan, teman-teman kalau baca pakai mata sedangkan saya membaca pakai tangan. Artinya, saya bisa melihat tetapi dengan cara berbeda,” ucap Bu Mimi. Orang yang tidak dapat mendengar, membaca apa yang dikatakan orang melalui matanya. Orang yang tidak berjalan, berjalan dengan roda. Unik bukan? Keunikan itu sebenarnya wujud dari Bhineka Tunggal Ika yang selama ini mengkoar-koarkan toleransi dalam kehidupan.


Dua sosok yang saya ceritakan setidaknya bisa menjadi teladan, bagaimana penyandang disabilitas ternyata mampu melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang dalam keadaan umum. Yang menjadi pembeda adalah cara melakukan. Masih banyak lagi kisah sukses penyandang disabilitas di Indonesia yang tidak bisa dipungkiri mampu memberi kontribusi pada negeri. Mereka memiliki semangat untuk membuktikan pada dunia bahwa disabilitas mampu menjadi alat pacu mengembangkan kapabilitas yang luar biasa dengan aksesibilitas fasilitas disabilitas yang cukup terbatas di Indonesia. Sebuah tantangan terbuka, apakah kita mampu meretas ketidakmampuan menjadi kapabilitas luar biasa seperti mereka? Tulisan ini hanya berisi secuil kisah perjuangan, segenggam semangat, sebuah dukungan, dan semoga mampu menginspirasi pembaca dan masyarakat untuk mengubah paradigma sempit mengenai para penyandang disabilitas.


Depok, 13 November 2011
Alia Noor Anoviar
735 words

20111106

Kata Ibu... "Memang Berbeda"

Setiap orang diciptakan berbeda, yaaa aku melihat memang setiap orang berbeda. Kata 'unik' mungkin bisa menggambarkan mengapa setiap orang menjadi berbeda. Kata 'unik' mungkin bisa menerjemahkan perbedaan yang ada pada setiap orang. Dan kata 'unik' juga yang menyadarkan setiap orang untuk bisa menerima perbedaan.



Pagi ini lewat telpon ibu sejenak membangunkanku dari buku tebal yang meskipun sudah dibaca dua hari tetap saja tidak selesai, target 6 chapters benar-benar tidak mungkin terpenuhi, jam saja sudah menunjukkan pukul 06.00 sementara lembaran-lembaran dalam buku itu masih menunjukkan halaman 140-an dari sekitar 225 halaman yang seharusnya aku baca. Tapi untungnya sedikit bernafas lega karena rutinitas membaca buku di saat ujian hanya pengulangan dari aktifitas setiap hari yang kulakukan, paling tidak sudah ada tanda pada buku tentang hal-hal yang penting dan semoga keluar saat ujian open book 'Employee Training and Development' pukul 09.00 hari ini.

Kembali pada ibu, "sudah sembuh mbak?"

"Sudah bu..." (Maaf bu aku bohong, sebenarnya aku menyembunyikan batukku biar ibu nggak kepikiran).

"Makanya to kalau sakit langsung ke dokter, ibu wis ngomong ping sewidak jaran tapi nggak digatek."

Tanda-tanda omelan ibu akan berlanjut seperti biasanya --__-- Tapi ini yang aku suka dari ibu, ngomelnya panjang tapi kalau udah selesai ya selesai nggak diulang lagi. Paling-paling kalau aku nggak nurut cuma bilang, "yo rasakno." Ahahhahahhahahhahaaaaa

Lalu ibu menanyakan ujianku hari ini, seperti biasa aku mengeluh. Lalu aku menceritakan bahwa UTS di semester 5 ini membuatku sedikit gila, soal-soalnya hampir tak bisa diprediksi, penuh kejutan... Arrrghhh surprise :(

Lalu ibu pasti akan bilang, "kamu selalu seperti itu. Sedikit-sedikit ngeluh, nangis, bilang nggak bisa padahal belum dicoba. Teman-teman kamu gimana?"

"Yaaaa sama..."

"Nah kalau sama yaudah..."

"Tapi bu, aku kan kesel, sebel, mangkel, udah belajar susah-susah nggak keluar." Sambil mengeluarkan suara terisak-isak 'acting' Ahahhahahhaaa

Dan percakapan pagi ini langsung bermuara pada dua adikku, ilham dan musa. Kenapa ilham nggak mau kuliah, dan kenapa musa nggak mau sekolah. Ahahhahaaaa yang satu udah 18 tahun, yang satu masih mau 4 tahun tapi dua-duanya males sekolah. Padahal dua-duanya pinter, cerdas, jauh banget sama aku yang intelegensia-nya pas-pasan. Hehe ^_^
Musa kecil nggak mau masuk playgroup, kata ibu "kok adikmu nggak tertarik sama sekali sama buku ya?"

Kata aku, "dipaksa buuuu Ahahahhahaa marahin aja kalau nggak mau."

"Kalau kamu dulu suka banget sama buku. Pulang sekolah (TK) langsung buka buku, ngajarin ibu apa yang diajarin di sekolah. Eh yang satu ini... Sukanya main terus, padahal ya cerdas adikmu ini."

Dan lalu ibu melanjutkan, "mungkin karena waktu kamu dulu, ibu belum kerja ya. Jadi bisa perhatian banget, kalau sama dua adik kamu kan ibu udah kerja jadi dititipin ke emak (pembantu), nggak bisa fokus ke anak."

Deg, rasanya aku langsung merasa "HOW LUCKY I'M". Iya yaaaa memang berbeda, bahkan anak-anak dari rahim yang sama pun berbeda dalam karakternya, mungkin juga karena pendidikan dan perhatian yang berbeda yang diberikan ibu dan bapak. Yaaa tapi aku yakin, Tuhan menciptakan perbedaan itu dengan tujuan agar dunia menjadi lebih berwarna. Tidak sekedar hitam-putih yang akan menjadi latar belakang kehidupan, namun warna-warna yang diciptakan atau tercipta secara alamiah dari alur yang berjalan.

Depok, 7 November 2011.
Ibu dan Bapak terima kasih ya untuk kalian
yang memperlakukanku berbeda dengan adik-adik,
meski tanpa bermaksud membedakan kami :)
Kalian pasti selalu berusaha memberi sesuatu yang berbeda,
dengan maksud terbaik dan tulus dari dalam hati tanpa pamrih.


20111025

Writing with Passion :)

When I try to do something with my passion.
I always get something from there.
Something that make me better than before.
Thanks God because you give me passion like this.

Juara 2 Esai KERTAS Nasional. Makassar, September 2011.

And when I do something with my passion.
I can meet with people that have same passion with me.
It make me more struggle and try to be the best.
Although there is always an opportunity to be a loser, not only being a winner.

Juara 2 (Medali Perak) Esai Pemikiran Kritis OIM UI. Depok, Oktober 2011.

My passion is the important part of my life.
Not only teach me how to be good writer
Not only teach me how to be good communicator
But also teach me how to be good human relationship with others around my life.

 
Non Delegasi Konfrensi Mahasiswa Indonesia, Lolos Call For Papers. Jakarta, Oktober 2011.




If people ask me this question, "What do you want to be?"
I'll answer it, "I just want to be a writer because of my passion."

I hope my passion can give positive impact for my society
I hope my passion can help another
I hope my passion can make something better
And the last my passion can make me being sleeping beauty ever :p (kidding)



Depok, October 26, 2011

20111017

Semoga tidak cukup!!!

Ya cukup!!!
Aku membaca semua, semua, semua...
Yang seolah tiba-tiba memacu jantung dengan sangat lambat
Yang lalu membuat setitik bening membasahi keringnya pipi
Yang tiba-tiba membuat retorika ketidakpercayaan


Dan cukup!!!
Kali ini aku ingin mendengar sebuah penjelasan...
Yang kan menentramkan keraguan hati
Yang kupastikan menghapus bulir bening dari pipi
Yang semoga bisa mengembalikan rasa yang tak ingin kuhempas pergi

Sudah... Sudah cukup!!!
Kecewa ini semakin memekakkan nurani
Aku tidak butuh tau siapa yang salah atau menjadi pesakitan
Aku tidak perlu menuntut kejujuran yang memang harus dijabarkan
Aku hanya perlu tau alasan di balik tembok yang tebal itu

Berapa kali harus ku katakan : INI CUKUP!!!
Aku tidak hendak menjadikanmu tersangka
Aku tidak hendak menjadikanku seorang penuduh tanpa fakta
Aku juga tidak hendak mengumbar sakitnya rasa dan prasangka
Aku hanya meminta kebenaran, jawab atas tanya yang menggundah

Namun sungguh hati kecil ini memohon pada Tuhan...
Semoga tidak cukup!!!
Tidak cukup waktu untuk memisahkan alunan langkah yang mulai berirama bersama
Tidak cukup jarak yang membentang mengurai ketidakpastian
Tidak cukup untuk semua akhirnya menghantarkan kita pada kesendirian


Depok, 17 Oktober 2011

20111013

Cause You're So Special, Never Change!!!

Buat kamu yang sedang dan akan terus menghiasi hari-hariku. Makasih yaaa, sekarang aku ngerasa benar-benar dihargai dan di-support. Kalau bukan karena kamu mungkin aku nggak akan semangat kayak gini, jadi lebih produktif menulis. Sekali lagi aku pengen ngucapin makasih banget sama kamu, kalau bukan karena kamu mungkin aku cuma bakal peduli sama buku-buku tebal kuliah. Hehe... Mungkin terlalu berlebihan, tapi aku tulus banget ngucapin makasih buat kamu.

Kamu tau nggak aku kagum banget sama kamu? No reason for it, except you’re great in my eyes. Kamu benar-benar seseorang yang hebat karena kamu menjadikan orang lain berusaha menjadi hebat juga. Mungkin kalau dari awal aku udah kenal sama kamu, aku bakal bisa lebih dari sekarang. Dan aku semakin senang saat menjadi hebat di mata kamu dan juga menjelma menjadi hebat di hati kamu.

Kamu, ya kamu... Kalau aku bisa, pengen banget bisa kenalin kamu ke semua orang. “Look at him, he’s mine... he’s great... and I try become great because of him.”

But I know if we’re still waiting for the perfect time to make something like that. Now enough for us to keep this relationship from others. Yeah...

Kalau diinget-inget lagi, kita selalu ketemu di tempat-tempat luar biasa ya? Tempat-tempat yang mengajarkan kita untuk menjadi lebih semangat dan sukses di masa kini dan nanti. Bahkan waktu pun seolah dirancang sedemikian rupa untuk kita hehehe... 1 Oktober 2011 : hari kesaktian pancasila, serius banget kesannya kalau orang-orang tau. God always setting the best place and time for us. Is it right?

Aku bersyukur bisa ketemu kamu. Cause you’re so special and never change for me. Sekarang aku bisa dapat seseorang yang lebih dari sekedar teman, bahkan lebih dari sekedar sahabat yang siap mendengar suara cemprengku di telepon. Siap memotivasi saat semangatku mulai rapuh. Siap memberikan energi positif saat aku sedang mempersiapkan masa depanku. Dan aku sangat suka dengan alasanmu menyukaiku...

Aku : “Kenapa kamu suka aku?”
Dia : “Karena kamu tipeku.”
Aku : “Tipemu kayak gimana?”
Dia : “Kamu tipeku.”
Aku : “Emangnya tipe kamu gimana?”
Dia : “Kamu ngaca deh, itu dia tipeku.”

Oh My God. You’re really make me speechless, dear. He never look at my eyes, he just give his sweety smile for me when we’re meeting. Talk about many things that never have correlation with our feeling. We’re not go to the romantic place, but we’re go to library or bookstore. I think I learn about unique date with him. Dear, you’re so special for me. Thanks for make me laugh, make me bored sometimes, and make me angry hahaha... For the last, thank you for your care to me. I love you, dear...

Depok, 13 Oktober 2011: 19.42.

Aku Bersyukur karena Kita Berbeda

Berjalan di atas perbedaan seperti ini membuat aku benar-benar merasa lebih berharga, dibandingkan dengan berjalan pada sebuah jalanan statis yang justru mengundang ide liar untuk memunculkan berbagai perselisihan agar menjadi dinamis. Ya mungkin memang harus berbeda sehingga menjadi tantangan untukku tetap berkarya, harus berbeda karena memberiku pengalaman luar biasa, dan memang harus berbeda karena aku sudah tidak bisa berjalan dalam satu rel yang sama. Nuraniku terus menelisik mencari sebuah kesatuan, memang yang sama itu tetap harus ada meskipun berjalan pada dua rel yang berbeda.
Jalan yang berbeda ini mengharuskanku tidak bisa banyak berharap diperlakukan layaknya seorang gadis yang tengah jatuh cinta. Memang berbeda dan sungguh jauh berbeda, tapi aku suka. Kali ini aku benar-benar berjalan dalam alam maya yang diselimuti cahaya. Cahaya yang begitu terang dan menyembunyikan apa yang didalamnya agar tak mudah terlihat orang. Aku menyukainya, lebih tepatnya sedang berusaha menyukai alam maya yang terkadang menjemukan ini.

Sebuah hentakan pelan mengejutkanku bahwa aku sudah berada pada alam nyata dan menjalaninya dalam kerangka perbedaan. Kali ini aku melonjak-lonjak bahagia laksana anak kecil yang diberi boneka oleh Ayah atau diberi buah tangan buku bacaan dari Ibu. Namun aku masih binggung berjalan pada perbedaan yang nyata. Memang tidak ada yang sempurna, yang dulu maya telah menjadi nyata... Meskipun nyatanya tetap berusaha mengaburkan yang sebenarnya ada.

Aku benar-benar mensyukurinya. Bersyukur karena Tuhan mengirimkanmu yang meskipun berbeda tapi tetap berusaha menjajari langkahku. Dan satu hal yang akan selalu kuingat, "Semoga kita sukses di jalan masing-masing ya..."  

Depok, 13 Oktober 2011

20111011

Me and Brothers :D

Hiiii... Ini aku yang punya blog :P Namaku Alia Noor Anoviar. Hobiku menulis, nulis tentang apa aja tapi sekarang lagi fokus ke arah sosial dan politik. Aku sulung dari tiga bersaudara... Ada enak dan nggak enaknya sih jadi kakak, sebenernya aku pengen banget ngerasain punya kakak kandung tapi sayangnya kakak aku meninggal sebelum dilahirkan ibu :( Enaknya jadi kakak itu punya otoritas buat ngatur-ngatur adik hahaha... #JustKidding. Nggak enaknya itu mesti nyontohin yang baik-baik alhasil harus selalu bersandiwara di depan mereka berdua karena sebenernya aku orangnya nggak baik-baik amat #LhoLho Hahahahaaa... 
Aku sangat menikmati jadi kakak karena adik-adikku baik dan lucu, yah tapi karena mereka cocok banyak nakal dan nyebelinnya sih. Apalagi itu yang kecil, ampun lagi suka ngejahilin orang, suka nangis, dan suka ngarang cerita... Oiya tapi kata adikku aku ini cantik #Itu Kalo Mereka Ada Maunya... "__" Kalo lagi kondisi normal, mereka bilangnya aku ini jelek Argggghhhh... Fitnah!!! Hahahahhaa

Aku pengen ngenalin adik-adikku niiii... Yang kedua namanya Ilham dan yang ketiga namanya Musa.




Nah ini adikku yang pertama alias anak kedua tapi sebenarnya dia anak keempat, anak ketiganya juga meninggal sebelum dilahirkan sama ibu. Adikku ini baru lulus SMA di tahun 2011 dan sempat mendaftar di angkatan udara, belum rezeki jadi baru sampai tahap kedua. Tahun depan dia bakal coba lagi, semoga diterima yaaa :D Anaknya rajin banget dan pintar masak --" (Beda banget sama aku, nggak bisa masak) trus dia bersihhhhh banget juga suka beresin rumah (Lagi-lagi beda sama aku). Cuma dia nggak suka belajar, sukanya main sama teman-temannya. Jiwa sosialnya terlalu tinggi hahhahahhahhaaaaa sampai-sampai waktu kecil sering dibohongin temen-temennya dan suka nanem uang di tanah biar tumbuh katanya "__" Tapi dia tipikal cowok yang gentle, kalo ada yang berani gangguin aku pasti dia siap di garda terdepan buat ngebelain. Aku sayangggg banget sama Iam hehe :D


 Nah kalo yang ini namanya Dedek Musa... Oia dia minta dipanggil "Adek Musa..." Namanya Musa Akhab Syaumi tapi aku sering ngegodain bukan Arkhab tapi Arab... Dia bakal ngadu deh ke ibu, "Buuuu mbak pi nakal..." Nyehhhhh dia aja manggil aku Pia bukan Via. __" Tapi nih bocah pinter banget lho, cerdas pokoknya dan nakalnya sebatas nakal anak kecil doang dan lagi enaknya dia nggak suka jajan atau minta mainan kayak bocah umumnya jadi kalau ngajak dia maen enak deh. Asal nggak dijanjiin ajaa,,, kalo udah dijanjiin bakal ditagih sampe dapet hahahahahaaa... Nih bocah susah susah dibohongin, jeleknya dia agak cengeng. Tapi adikku ini unyu banget yaaa? Cakep pula <3 Adikku gitu lho >_<

Yang jelas, aku sayang sama kedua adikku... Sayang banget. Makasih yaaa Ibu dan Bapak yang sudah menjadikan kami seperti ini :D Kami sayang kalian ibu dan bapak ^_^

20110826

... ... ...

Sebening airmata yang membasahi pipi



Semerah darah yang mengalir di nadi



Secerah mentari yang menghangatkan pagi



Setulus hati yang ingin selalu memberi


Seperti aku yang Setia Menunggumu Disini...


Created By Alia Noor Anoviar
Malang, 26 Agustus 2011. 19.53 WIB
galau.gombalgombalgombal.emberrrr:P

20110820

Dan Bila Waktuku...

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 windu, ijinkan waktu itu kupersembahkan untuk menemani sepenggalah hidupmu, sembari memohon Tuhan kan memberikan pelita-pelita kecil yang akan meramaikan kehidupanmu dan menemanimu saat aku hanya mampu menjadi kenangan rindu

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 tahun, ijinkan waktu itu kuperuntukkan untuk mempersiapkan ikatan sementara saja karena kusadar kekalnya bahagia didunia bersamamu hanyalah sebuah angan, sembari memohon Tuhan kan memperpanjang waktuku untuk mendampingimu

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 bulan, ijinkan waktu itu kurajut bersamamu hingga tak sejangkah pun kamu kan meninggalkanku, sembari memohon Tuhan kan menghapuskan semua memori ini jika perpisahan itu memang harus terjadi

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 minggu, ijinkan waktu itu kunikmati bersamamu dengan mencurahkan seluruh isi hati yang masih tersimpan, sembari memohon Tuhan kan merengkuhmu seerat mungkin agar tangismu tak menetes saat melihat kepergianku

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 hari, ijinkan waktu itu kuhabiskan dengan mengelilingi satu demi satu tempat penuh kenangan, sembari memohon Tuhan kan membahagiakanmu, menjagamu, dan membukakan hatimu untuk hati selain diriku

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 jam, ijinkan waktu itu kugunakan untuk bercerita tentang perjalanan berliku namun melegakan bersamamu, sembari memohon Tuhan kan memberimu seseorang bidadari yang akan menggantikan kedudukanku disampingmu

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 menit, ijinkan waktu itu kupinta untuk mengucap perpisahan sementara antara kita, sembari meminta Tuhan kan menjagamu hingga waktu yang telah direka-Nya

Dan bila aku hanya memiliki sisa 1 detik,  ijinkan waktu itu kumanfaatkan untuk memandang wajahmu, sembari memohon Tuhan kan menjagamu hingga pertemuan kita di surga kelak

Dan bila aku tidak lagi memiliki waktu… Ku dengar sayup-sayup nyanyian surga menanti hadirku. Aku hanya ingin kebahagiaan selalu bersamamu, kekasihku…

Banyuwangi, 20 Agustus 2011
22.32

20110817

Moratorium TKI, Wacana Tanpa Aksi

residen terpilih Indonesia 2 periode berturut-turut, Susilo Bambang Yudhoyono, pada Juni 2011 lalu mengeluarkan ‘InstruksiPresiden’ untuk melakukan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi dan Negara Timur Tengah terkait dengan kasus kematian Ruyati, TKI di Arab Saudi yang dihukum mati dengan tuduhan telah membunuh majikannya. Sebuah wacana yang menunjukkan kepedulian pemimpin bangsa melihat kejinya perlakuan bangsa lain terhadap bangsanya. Harga diri benar-benar terinjak dan moratorium TKI dianggap sebagai harga mati untuk melakukan evaluasi, perbaikan terhadap pasar tenaga kerja di Indonesia.

Tertanam optimisme dalam diri ini sebagai bagian dari generasi muda yang terkagum akan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keyakinan akan pembantu presiden yang akan mengeksekusi kebijakan yang telah diumumkan di depan public melalui media massa nasional. Moratorium TKI yang katanya akan dilakukan per 1 Agustus 2011 itu diyakini akan mampu menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia bukan bangsa yang sembarangan, bukan bangsa yang bisa diinjak-injak, bukan bangsa yang tidak membela para pahlawan devisa, juga merupakan bangsa yang sangat menghargai warga negaranya lebih baik daripada pembelaan yang dilakukan Australia pada sapi impornya di Indonesia.

Namun sayangnya, ketidaktegasan pemimpin Indonesia saat ini tidak  perlu lagi dipertanyakan, jelas terlihat ketidakkonsistenan yang dibiarkan. Menjadi wajar saat banyak dari pemilih di pemilu 2009 lalu yang menyesali pilihannya. Tidak perlu diherankan jika masyarakat di Indonesia mulai menginginkan lengsernya Susilo Bambang Yudhoyono lengkap denganKabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 yang korup. Bahkan saya yang selama ini begitu mengagumi Beliau menjadi tidak mampu lagi mengeluarkan kalimat-kalimat pembelaan seperti yang selama ini saya lakukan saat teman-teman mengeluarkan kritik-kritik pedas semasa kepemimpinannya.

Per 2 Agustus 2011, BNP2TKI sebagaimana yang dinyatakan oleh J. Hidayat dengan gampangnya mentolerir keterlambatan moratorium TKI. Sepertinya benar, aturan dibuat untuk dilanggar. Aturan dibuat hanya sekedar melegakan rakyat, hanya sementara, hanya sesaat saja. Penyaluran TKI ke Arab Saudi dan Negara Timur Tengah lainnya masih dilaksanakan hingga saat ini, bahkan data menunjukkan hingga September 2011 pengiriman akan tetap dilakukan. Alasan klasik dikeluarkan oleh para penyalur pahlawan devisa tersebut. Mulai dari dokumen yang sudah siap sebelum kebijakan moratorium TKI diwacanakan hingga harga tiket pesawat yang kebetulan sedang murah sehingga pengiriman baru bisa dilaksanakan.

Migrant Care mengkritik keterlambatan moratorium TKI dimana seharusnya para pembantu Presiden RI mampu mengeksekusi ‘Instruksi Presiden’ yang terlanjur dikeluarkan. Pertanyaan besarnya saat ini adalah : Apakah Instruksi Presiden Terkait Moratorium TKI ke Arab Saudi dan Negara Timur Tengah Lainnya Hanya Akan Menjadi Sebuah Sejarah Dimana Pemimpin Kembali Menelan Sendiri Ludahnya???

Oleh : Alia Noor Anoviar
Manajemen SDM, FEUI, 2009.
 6 Agustus 2011. 

Tulisan sebelumnya :
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/29/367/473898/moratorium-tki-momen-evaluasi-mengendalikan-penawaran-tki

Dapat diakses pula di :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=115195995244561

Secarik Surat Cinta untuk Bulan

Ketika dia yang tak kukenal menyapa dengan dinginnya
Ketika sapaan itu tak berkesan, tak membekaskan rupa di sudut kelana jiwa
Ketika aku sendiri tidak pernah berpikir bahwa bintang ini menyimpan rasa
Ketika langit hati merongrongku dengan seketika menyadari ada yang berbeda


Bahkan terlupa bagaimana permulaan itu tercipta
Dan hanya gelak tawa penuh rasa bimbang mengundang ke muka
Tatkala dengan polosnya aku mengingat semua, semua yang sebelumnya semu
Dia pun mengkelarkan tawanya sambil terus menggoda pipiku yang bersemu malu


Sekali lagi, aku tidak pernah berpikir bahwa ternyata dia adalah bagian dari bintang
Rasa-rasa yang tercipta spontan, tidak pernah sebelumnya terngiang
Gelitik di langit hati kembali membuatku merona, salah tingkah, dan tak dapat mengeluarkan kata
Mungkin terlalu cepat, tapi menurutku memang dia yang tepat, bulan penggetar masa


Tuhan, ijinkanlah aku terbang dengannya di langit hati yang menerang
Mengadu tanya dan menuai jawab akan masa depan yang benerang
Biarkan dia menjadi bulan, meskipun sebelumnya tak menjadi bagian dari bintang
Dan biarkan aku pun menjelma layaknya bulan seperti pintaku saat padang hati ini gersang


Dan kini aku ingin menggambarkan sosoknya…
Bulan yang pintar, mengkritisi berbagai hal, punya impian mulia dibalut optimisme anak muda
Tapi jujur, aku tidak akan pernah mampu menjabarkan alasan atas ketertarikan yang tercipta
Aku tidak bisa menalarkannya dan orang bilang ini namanya benar-benar cinta, cinta, dan cinta


Meski aku tak pernah tau bagaimana langit hatinya menggambar tentangku
Meski gelisah membayang, takut jika semua ini hanya retorika yang menyakitkanku
Meski semua gelisah kini akan terjadi di masa yang dikehendaki-Nya, aku tak akan terpaku
Meyakini jalan Tuhan yang nantinya kan mempertemukan kami dalam dimensi waktu tertentu




Ngawi, 4 Agustus 2011. Pukul 22.34.
di Posting @Banyuwangi, 18 Agustus 2011
Bulan yang saat itu duduk di sebelahku dan
dengan polosnya membuatku benar-benar
merasa menjadi perempuan paling bahagia
sedunia... #BukanGombal

I just wanna tell you, "You're the one and only
one in my heart now. Thanks a lot for your love.
I wish you'll read this message :)."

20110727

Menanti Bulan dan Menanti Menjadi Bulan


Coba lihat… Bintang-bintang itu berkedip-kedip seolah seorang pria yang hendak menyihir wanitanya dengan pandangan menggoda mengetarkan rasa. Kali ini aku mulai mencoba menghitung bintang-bintang di langit hati, “satu… dua… tiga… empat… lima… dan …” Ooohhh satu per satu sinarnya meredup, bintang-bintang itu pun menyalahkanku, “kamu terlalu lama menghitung. Kamu lambat. Harusnya lebih cepat.” Bintang-bintang meredup dan lalu menghilang, sementara beberapa tetap di tempatnya dengan setia menunggu dan menunggu di langit hatiku. Dan kembali ada bintang yang bermunculan, sementara bintang lain memilih untuk tidak lagi menungguku menghitung bersama waktu.

Tatap nanar mataku masih tertuju pada bulan, aku masih menunggu bulan. Deg!!! Aku pun tersadar, bukankah aku sudah berjanji untuk menjadikan salah satu bintang itu menjadi bulan. Ya aku sudah berjanji dan menjadi sebuah kewajiban untuk menepatinya. “Bintang-bintang, tunggu ya. Aku akan menyulapmu menjadi bulan. Aku tidak mau bermain-main dengan bintang-bintang yang sebenarnya memiliki kehidupan sendiri. Aku ingin bulan, satelit bumi alami satu-satunya. Aku ingin bulan…”

Kali ini aku tidak hanya terduduk diam atau memandangi bintang-bintang dari balik jendela kamar. Aku mulai berjalan di tengah kelamnya malam. Entah mengapa, bintang-bintang itu menerangi dengan senyumnya tersendiri. Aku pun membalasnya dengan senyum atau gelak tawa bahagia. Ketika dua bola mataku menangkap sebuah cahaya yang sangat terang menyilaukan penglihatan, yaaaa itu… “bintang? Atau sebenarnya kau adalah bulan…?”

Tersipu malu aku karenanya, ku tutup muka dengan kedua tangan. Aku pun berlari untuk menata langit hati. Aku tidak mau gegabah, mengambil keputusan memilih bintang untuk dijadikan bulan seperti sebelumnya. Aku tidak mau lagi dicampakan oleh bintang yang berpura-pura menjadi bulan atau berpura-pura menganggapku bulan padahal aku hanya bintang di langit hatinya. Aku tidak mau lagi meneteskan airmata dan membodohkan diri karena kebohongan langit hati.

Usai menata hati, aku ingin kembali melihat bintang-bintang itu. Melihat mereka menyerah satu per satu karena waktu yang ku pinta terlalu lama untuk menghitung keberadaan mereka. Melihat mereka terus menerus menerangi langkahku dan lalu menimbang cahaya bintang mana yang paling terang mengiringi setiap derap langkahku yang lemah. Melihat bagaimana mereka melihatku dengan segala kekurangan yang mungkin saat ini belum mereka mengerti karena mereka menutupi dengan kelebihan yang serba terbatas dari diri ini. Bukan… Aku bukan ingin menyakiti, aku hanya tidak mau bersombong diri atau menjadi kufur karena bintang-bintang itu. Aku hanya ingin menemukan satuuuu saja bintang yang nantinya akan menjadi bulan di langit hati ini, hanya satu, hanya satu yang dapat bertahan dalam waktu, dalam waktu yang tidak berusaha aku reka tetapi akan berjalan secara alamiah. Satu bulan, dimana kamu sekarang? Dan bintang-bintang pergilah saat kamu berpikir bahwa aku bukanlah bukan, bahwa aku hanya bagian dari bintang-bintang untukmu, dan bahwa aku hanya membuang waktumu untuk menunggu. Tenang saja, aku tidak pernah menuntut kesempurnaanmu sebagai bulan karena aku pun tidak akan pernah bisa menjadi bulan yang sempurna.

Depok, 27 Juli 2011 Pukul 21.21
Menanti Bulan dan Menanti Menjadi Bulan