20130726

Bagaimana Cara Mendapatkan Beasiswa Semasa Kuliah?

Halo teman-teman saya mau berbagi sedikit tentang pengalaman saya dulu mendapatkan beasiswa, siapa tau ada teman-teman khususnya mahasiswa baru yang membutuhkan informasi ini :) Nah prolog dulu ya, jadi dulu saat saya diterima di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia melalui jalur PPKB yang menjadi salah satu kekhawatiran saya adalah besaran biaya yang harus saya bayarkan setiap semesternya dan uang pangkal. Saya yang benar-benar cupu ketika itu dan tidak punya informasi memadai merasa gengsi jika harus merepotkan orangtua karena Alhamdulillah sejak kelas 2 SMA saya berusaha bisa mencukupi kebutuhan sekolah dari hasil hadiah kompetisi-kompetisi yang saya ikuti, lumayanlah untuk SPP, uang buku, dan uang jajan sudah bisa mandiri.

Waktu jaman OKK UI - Jaman Maba :p
Saya mengajukan BOP-B ketika masuk dulu, berbekal piagam-piagam dan berbagai persyaratan yang saya penuhi. Teman-teman mendapatkan BOP-B saya yakin bukan hanya karena aspek orangtua kita tidak mampu, namun juga bisa didukung dengan hal-hal lain seperti prestasi kita semasa SMA mungkin atau jika teman-teman memiliki masalah lainnya saya yakin bisa menjadi pertimbangan mendapatkan biaya yang lebih murah. Setelah mendapatkan ketentuan besaran BOP-B, saya melakukan banding, Alhamdulillah dari Rp 15.700.000 saya hanya membayar Rp 2.500.000 dan setiap bulannya asrama hanya Rp 160.000.

Nah Alhamdulillah persoalan biaya kuliah sudah teringankan, selanjutnya saya berpikir bagaimana dengan biaya hidup selama di Depok yang saya bisa bilang bisa 2-3 kali lipat daripada di Jember. Saya mencoba mencari-cari beberapa beasiswa, saya klik dengan 2 beasiswa dari 2 perusahaan yang pasti kalau disebut akan sangat mudah dikenali. Alhamdulillah saya lolos di ke-2 beasiswa tersebut, namun tentunya saya harus memilih. Dengan menimbang semua konsekuensi dari kedua beasiswa tersebut akhirnya saya memilih salah satunya. Alhamdulillah lagi beasiswa ini memberikan biaya hidup per bulan Rp 1.000.000 dan di tahun ke-4 saya kuliah naik menjadi Rp 1.150.000 dan biaya kuliah ditanggung penuh jadi saya tetap membayar Rp 5.000.000 per semester tanpa pengurangan sebagaimana pengaturan BOP-B diawalnya, juga ada pelatihan rutin tiap tahun juga lho plus kesempatan magang. Beasiswa itu bernama Beasiswa Unggulan CIMB Niaga, kerjasama Dikti dan Bank CIMB Niaga.

Bismillah... saya coba ceritakan bagaimana tahapan-tahapannya di masa saya, mungkin mengalami beberapa perubahan tapi semoga bisa memberikan gambaran kepada teman-teman yang membutuhkan beasiswa :

1. Tahap Administrasi : Tahapan ini pasti akan ada pada setiap beasiswa, biasanya kalau standar aja kalian harus kirimin CV, nih CV kalian harus 'menjual' ya jadi sejak SMA harus udah aktif dalam organisasi, kepanitiaan, maupun kompetisi. Itu bakal bantu banyak kalian di masa-masa awal kuliah terutama yang pengen dapetin beasiswa, oiya attach bukti-bukti berupa piagam atau sertifikatnya. Nah dulu saya juga disuruh membuat makalah tentang pemberdayaan daerah, saya mengangkat pemberdayaan petani kopi dan kakao di Jember.

2. Tahap tes tulis : Setelah lolos pada tahap administrasi biasanya akan dihubungi melalui telpon, surat pemberitahuan email, atau bisa juga lewat pihak universitas-nya. Saya dulu dihubungi lewat universitas dengan surat fax. Pada tahapan ini biasanya ada tes bahasa inggris dan tes potensi akademik (TPA) juga bisa ada psikotest-nya.

3. Tahap wawancara : Pada tahapan wawancara setelah lolos dari tahap tes tulis, umumnya seorang interviewee dihadapkan pada 2 interviewers. Yang penting disini jujur aja dan pertanyaannya akan seputar CV yang kalian kirim. Nah teman-teman harus mengungkapkan kompetensi dan competitive advantage yang kalian miliki jadi balik lagi pentingnya keaktifan selama masa SMA atau jika beasiswa ini bukan bersifat dari awal semester maka sebaiknya teman-teman lebih fokus menceritakan keaktifan selama masa-masa kuliah. Jadi udah paham apa kuncinya? AKTIF yang POSITIF!

4. Tahap Re-Check : Kalau udah masuk tahapan ini ya seengaknya 90% potensi diterimalah, tergantung kalau ketahuan data-datanya palsu maka kalian jelas tidak akan mendapatkan beasiswanya jadi JUJUR please!

5. Tahap Tanda Tangan Kontrak : Alhamdulillah ya akhirnya mendapatkan beasiswanya, nah baca baik-baik kontraknya jika ada pasal yang tidak sesuai dengan diri kalian maka saya menganjurkan lebih baik mencari beasiswa lainnya, insyaAllah pintu rezeki itu banyak tergantung kita berusaha, berdoa, lalu bertawakal.

Teman-teman yang sedang berjuang mendapatkan beasiswa, ketika gagal itu artinya ada hal lain yang lebih baik untuk kalian dan jika berhasil maka manfaatkan beasiswa tersebut untuk benar-benar menunjang kegiatan akademis dan menunjang kalian untuk semakin berprestasi dalam banyak hal. Oiya kalau udah dapat beasiswa juga, artinya kalian diberikan kesempatan lebih melakukan banyak hal dibandingkan yang belum mendapatkan jadi optimalkan potensi kalian.

Lalu bagaimana jika selalu gagal mendapatkan beasiswa? Ada lho beberapa teman saya yang menceritakan hal seperti itu, tenang-tenang nih saya ada beberapa tips untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup selama masa kuliah secara mandiri, check it out!

1. Bekerja sebagai pengajar, coba daftarkan diri kalian pada bimbingan belajar terdekat. Kalau di UI itu sering dipasang pengumuman lowongan kerja sebagai pengajar bimbel, atau kalian coba tanya-tanya siapa dosen atau kolega teman-teman yang membutuhkan pengajar untuk anaknya. Saya pernah mengajar anak dua dosen yang masih SD, lumayan banget lho seminggu dua kali kalau dua orang siswa aja dalam satu bulan bisa mengantongi Rp 800.000 s/d 1.000.000. Satu kali mengajar durasinya 1,5-2 jam tergantung permintaan klien.

2. Bekerja sebagai SPG, ini fee-nya lebih besar tapi waktu yang dibutuhkan juga lebih banyak biasanya Rp 200.000/shift sekitar 6 jam. Saya pernah jadi semacam SPG bank dan produk sabun herbal, tenang teman-teman yang berjilbab tetap bisa pakai jilbab kok jadi jangan khawatir dan bajunya juga berseragam tinggal pilih saja yang tidak ketat.

3. Bekerja sebagai asisten peneliti atau asisten dosen, nih secara fee lebih besar daripada kedua pilihan di atas dan secara waktu juga lebih enak kalau pengalaman saya ya, mana dapat koneksi atau jaringan dengan dosen. Tapi besaran fee juga tergantung dosennya, proyeknya apa, terus besaran tugas kita. Saya pernah beberapa kali terlibat penelitian dosen, lumayan banget kalau saya hitung waktu efektif kerjanya hanya sebulan dapatnya sekitar Rp 4.500.000 bersih. Cuma tentu kualifikasi dan kompetensi kalian harus match sama kebutuhan dosen maupun proyek penelitiannya.

4. Berwirausaha - ini high risk high return. Banyak teman-teman yang berwirausaha di sekitar saya, saya sendiri baru mencoba di tahun ke-3 kuliah tapi formatnya bisnis sosial, secara uang memang hampir atau jarang menerima tapi secara jaringan W.O.W. bangetlah keluar kuliah dapat beberapa penawaran kerja yang sesuai sama keinginan saya.

5. Ikut kompetisi - kayak balik lagi ke jaman SMA saya nih, nah banyak banget kompetisi esai ilmiah sampai business plan. Alhamdulillah kalau ditelateni maka satu bulan bisa minimal memenangkan satu kompetisi dan tiap kompetisi biasanya range hadiahnya Rp 500.000 s/d 3.500.000 per orang - asumsi kompetisi dalam team.

Banyak ya ternyata alternatif selain beasiswa? Yappp jadi jangan limitasi kemampuan kalian hanya karena biaya! Ayooo ayooo bersemangat ya, semangat berjuang!


Salam CINTA
(Commitment, Integrity, Natural, Target, and Action)

Jakarta, 26 Juli 2013

3 comments:

byrozie@gmail.com said...

(y) keren

gazhi gibran said...

tapi cimb niaga kan RIBA y? haram bukan hukumnya! artinya beasiswa yang kita dapetin dari hasil bunga bank?! kalo perusahaan yang halal yg mengadakan beasiswa pa ya?

khoirul anam said...

Bener bgt tuh giibran